
Warga binaan Lapas Tondano olah lahan budi daya

Manado (ANTARA) - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano, Sulawesi Utara, mengolah lahan untuk budi daya kacang batik di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
"Mereka sementara mempersiapkan lahan yang akan diolah untuk budi daya komoditas ini. Hal ini juga adalah bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Lapas Tondano melalui sektor pertanian," kata Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Tondano Yulius Jum Hertantono, di Tondano, Kamis.
Persiapan pengolahan lahan, kata Kalapas, dilakukan warga binaan secara bergotong royong yang dimulai dari membersihkan lahan, mencabut gulma, menggemburkan tanah, serta membentuk bedengan yang akan digunakan sebagai media tanam kacang batik.
Seluruh kegiatan berlangsung di bawah pengawasan dan pendampingan petugas, sehingga selain menghasilkan lahan yang siap tanam, juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan bercocok tanam bagi warga binaan.
Kalapas menjelaskan, pemanfaatan lahan produktif merupakan salah satu bentuk komitmen lapas dalam memberikan pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan.
"Kami terus mendorong program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan pertanian seperti ini, warga binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat," ujarnya.
Selain itu, program tersebut merupakan bentuk dukungan Lapas Tondano terhadap program ketahanan pangan nasional.
Dia berharap, setelah tahap persiapan lahan selesai, proses penanaman hingga panen kacang batik dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal.
Melalui program pembinaan berbasis pertanian tersebut, Lapas Kelas IIB Tondano terus berkomitmen menciptakan warga binaan yang mandiri, produktif, serta memiliki keterampilan yang berguna sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana, katanya.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
