Logo Header Antaranews Manado

TPID Bitung fokus jalankan strategi 4K guna jaga inflasi

Senin, 29 Juni 2026 07:33 WIB
Image Print
Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto (tengah) bersama Karo Ekonomi Reza Dotulung (kanan) saat berbincang-bincang dengan Wali Kota Bitung Hengky Honandar (kiri), di Bitung. ANTARA/Nancy Tigauw.l

Manado (ANTARA) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bitung fokus menjalankan strategi 4K guna menjaga inflasi di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara.

'Saat ini TPID Bitung fokus menjalankan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, komunikasi efektif," kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut Joko Supratikto di Manado, Minggu.

Dia mengatakan keempatnya dijalankan bersama oleh Bank Indonesia dengan distributor dan pelaku usaha.

"Kalau melihat lebih mendalam hasil pemantauan neraca pangan, ketersediaan beras medium, telur ayam, dan daging ayam ras secara konsisten berada di atas kebutuhan sepanjang 2025-2026," ujarnya.

Menurut dia kondisi ini menunjukkan bahwa neraca pangan Kota Bitung berada dalam kondisi surplus, termasuk menjelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Dengan demikian, secara umum ketahanan pasokan pangan pokok di Kota Bitung berada pada kondisi yang cukup baik.

Selain mencerminkan kecukupan pasokan, kondisi tersebut juga diikuti dengan pergerakan harga yang relatif stabil.

Hal ini mengindikasikan bahwa komoditas pangan pokok telah berperan sebagai anchor dalam menjaga stabilitas inflasi pangan daerah.

"Dengan kata lain, tekanan inflasi yang masih terjadi bukan terutama disebabkan oleh komoditas pangan pokok," katanya.

Wali Kota Bitung Hengky Honandar meminta TPID antisipasi faktor pemicu inflasi seperti cuaca, hambatan logistik, dan fluktuasi harga komoditas.

"Kita harus cepat, berbasis data, dan koordinasinya solid," katanya.

Hengky menjelaskan tujuannya agar kebijakan tepat sasaran.

Ia menargetkan inflasi Bitung tetap terkendali agar dunia usaha punya kepastian dan kesejahteraan masyarakat terjaga.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026