
Menhan evaluasi latsarmil manajer koperasi karena ada yang meninggal

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengevaluasi secara menyeluruh program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) untuk calon manajer Koperasi Merah Putih.
Evaluasi ini merupakan buntut dari meninggalnya lima peserta latsarmil saat menjalani masa pendidikan.
"Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia saat jumpa pers di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Sabtu.
Menurut Ketut, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik para peserta.
Setelah kondisi kesehatan para peserta diketahui, setiap satuan TNI yang jadi pihak pelatih latsarmil harus menyesuaikan porsi latihan fisik sesuai dengan kondisi para peserta.
Dari sisi penanganan, Kemhan juga meminta agar penanganan medis terhadap peserta yang sakit bisa dilakukan secara cepat dan maksimal.
Tidak hanya evaluasi soal kesehatan saja, Ketut mengatakan Sjafrie meminta evaluasi juga harus dilakukan dari segi pemberian materi selama pendidikan.
"Kegiatan juga diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan," kata dia.
Dengan demikian, para peserta tidak akan kehilangan esensi dari pendidikan latsarmil yang lebih menekankan pada nilai kedisiplinan dan membangun jiwa kepemimpinan.
Ketut memastikan proses evaluasi akan terus dilakukan pihaknya selama masa pendidikan latsarmil demi kenyamanan dan keselamatan para peserta.
Sebelumnya, lima calon manajer Koperasi Merah Putih meninggal saat mengikuti latsarmil.
Ke lima peserta itu yakni Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Rifki Renaldi Gunawan dan Nola Dya Sari.
Yonanda Muhammad Taufiq diketahui meninggal pada Rabu (17/6). Dia meninggal karena mengalami henti jantung saat menjalani latsarmil di Satdik Puslatpur Kodiklatad, Baturaja.
Anisa Muyassaroh meninggal pada Kamis (18/6) karena karena heat stroke saat mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.
Novia Rahmadhani Sihotang dinyatakan meninggal pada Selasa (23/6) karena Tuberkulosis saat mengikuti latsarmil di Kodiklatau Jakarta.
Rifki Renaldi Gunawan yang dinyatakan meninggal saat mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (26/8)
Di hari yang sama, Nola Dya Sari dinyatakan meninggal dunia saat mengikuti latsarmil di Kalimantan.
Pewarta : Walda Marison
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
