Logo Header Antaranews Manado

Presiden AS tunda operasi rebut uranium Iran

Sabtu, 13 Juni 2026 12:36 WIB
Image Print
Fasilitas pengayaan uranium di Isfahan, Iran. Pengolahan urania di fasilitas ini dicurigai menjadi bagian program rahasia pengembangan senjata nuklir. (wikipedia.org) (wikipedia.org/)

Washington (ANTARA) - Militer AS sedang mempersiapkan operasi darat secara mendesak untuk merebut uranium Iran, namun Presiden Donald Trump menundanya.

Menurut laporan CNN pada Jumat yang mengutip sumber yang mengetahui masalah itu, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine sempat melakukan kunjungan genting rahasia pada akhir Mei ke markas Komando Pusat AS di Florida.

Caine berkunjung untuk mendapat pengarahan tentang rencana militer AS melakukan operasi darat yang bertujuan merebut uranium yang diperkaya tinggi milik Iran secara paksa.

Namun, Trump menunda rencana tersebut setelah peringatan bahwa hal itu kemungkinan akan memicu respons keras dari Teheran, memperpanjang perang, dan semakin menggoyahkan ekonomi global, kata sumber tersebut.

Sumber itu menambahkan bahwa presiden AS juga menyatakan keprihatinan tentang potensi kerugian signifikan di antara militer AS.

Pada Kamis, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa poin-poin akhir dari perjanjian perdamaian antara AS dan Iran telah disepakati oleh semua pihak yang terlibat, termasuk Israel, dan bahwa kesepakatan tersebut dapat diselesaikan dalam beberapa hari ke depan dan ditandatangani paling cepat pada akhir pekan di Eropa.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, kemudian mengkonfirmasi bahwa teks nota kesepahaman telah disepakati pada poin-poin utamanya.

Pada Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Teheran dan Washington belum pernah sedekat ini untuk mencapai nota kesepahaman seperti sekarang, sementara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa teks akhir kesepakatan perdamaian telah disepakati.

Sumber: Sputnik



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026