Logo Header Antaranews Manado

ESDM catat 93 kali gempa embusan Gunung Karangetang di Sitaro

Senin, 1 Juni 2026 06:11 WIB
Image Print
Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro. ANTARA/Karel A Polakitan

Manado (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebanyak 93 gempa embusan Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut periode 1-15 Mei 2026.

"Terekam juga tiga kali gempa guguran, 27 kali tremor non harmonik, satu kali gempa Tornillo, tiga kali gempa hybrid/fase banyak, 48 kali gempa vulkanik dangkal, 28 kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa terasa pada skala I MMI dan 159 kali gempa tektonik jauh," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam laporan aktivitas Gunung Karangetang yang diterima ANTARA di Manado, Minggu.

Dari hasil evaluasi, kondisi visual pada kawah utama (Selatan) tidak teramati adanya kejadian guguran/erupsi efusif, tinggi asap maksimum mencapai 700 meter di atas puncak, suara gemuruh kadang terdengar di pos PGA.

Kondisi Kawah Utara teramati asap putih sedang hingga tebal tinggi maksimum 700 meter di atas puncak, sinar api pada kolom asap teramati setinggi maksimum 30 meter, guguran terjadi satu kali ke kali Batuawang sejauh sekitar 2.500 meter.

Suara gemuruh kadang terdengar lemah hingga sedang, aktivitas erupsi efusif berupa aliran lava tidak teramati selama periode ini.

Kementerian ESDM berharap warga mewaspadai adanya awan panas guguran dimana kubah lava lama masih ada di puncak yang sewaktu waktu dapat runtuh bersamaan dengan keluarnya lava.

Karakteristik awan panas guguran Gunung Karangetang terjadi dari penumpukan material lava yang gugur/longsor, juga mewaspadai terjadinya luncuran lava dari kawah Utara menuju arah barat daya selatan, serta mewaspadai kejadian lahar di waktu hujan deras di puncak.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi secara menyeluruh hingga 15 Mei 2026 maka tingkat aktivitas Gunung Karangetang tetap pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

Beberapa rekomendasi yang harus dipatuhi di antaranya masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari kawah utama (selatan) dan kawah dua (utara), serta 2,5 kilometer pada sektor barat daya dan selatan dari kawah utama.

Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026