
BPKP-DLH Sulut tanam mangrove jaga keseimbangan ekosistem pesisir

Manado (ANTARA) - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melalukan penanaman mangrove untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
"Sulawesi Utara sebagai provinsi kepulauan dengan garis pantai panjang memiliki potensi ekosistem mangrove yang sangat besar," sebut Kepala DLH Sulawesi Utara, Weldie Poli di Manado, Minggu.
Hanya saja menurut dia, meski mempunyai potensi besar ekosistem vital tersebut saat ini menghadapi tekanan akibat alih fungsi lahan, penebangan liar, dan pencemaran lingkungan.
“Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, melindungi wilayah pantai dari abrasi, menyediakan habitat bagi berbagai jenis biota," ujarnya.
Bahkan paling penting, ekosistem mangrove memiliki peran menyerap karbon yang sangat efektif dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
Weldie menambahkan, gubernur juga menyorot program restorasi mangrove yang menjadi salah satu fokus utama Rencana Kerja Nasional di tahun 2025.
Program tersebut menargetkan rehabilitasi mangrove seluas ribuan hektar, pengembangan pembibitan, serta edukasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Dia menambahkan, kegiatan penanaman mangrove tersebut sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 “Inspired By Nature. For Climate. For Our Future” atau “Terinspirasi Oleh Alam. Untuk Iklim. Untuk Masa Depan Kita."
"Pemprov Sulut mengajak seluruh pihak memperkuat komitmen mewujudkan pembangunan yang merata dan berwawasan lingkungan," ajak Weldie.
Mewakili Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Provinsi Sulut Weldie Poli, didampingi Kepala Perwakilan BPKP Sulu, Heru Setiawan melakukan kegiatan penanaman ribuan bibit mangrove di Kawasan Pesisir Grand Luley Hotel Manado.
Kegiatan ini digelar sebagai rangkaian pra-peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 pada 5 Juni, sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara.
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Lingkungan Hidup Sedunia Sulawesi Utara, Danzo Ayhuan menambahkan, acara ini dihadiri Kepala DLHD Provinsi Sulut Weldie Ruddy Poli, Kepala Perwakilan BPKP Sulut Heru Setiawan, pimpinan Grand Luley Hotel, Perwakilan Balai Taman Nasional Bunaken, komunitas lingkungan serta seluruh pegawai DLH Provinsi Sulut.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
