Logo Header Antaranews Manado

Imigrasi sebut 'Global Citizen of Indonesia' tingkatkan daya saing

Selasa, 21 April 2026 05:22 WIB
Image Print
Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Kanwil Ditjen Imigrasi Sulut, Novly TN. Momongan. ANTARA/HO-Kanwil Imigrasi Sulut

Manado (ANTARA) - Kantor Wilayah Imigrasi Sulawesi Utara menyebut kebijakan 'Global Citizen of Indonesia' adalah langkah progresif pemerintah meningkatkan daya saing nasional melalui daya tarik terhadap warga negara asing berkualitas.

“Melalui kebijakan ini, Indonesia membuka ruang yang lebih luas bagi talenta global, investor, dan individu berkompetensi tinggi untuk tinggal dan berkarya secara legal serta produktif," kata Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Kanwil Ditjen Imigrasi Sulut, Novly Momongan di Manado, Senin.

Novly mengatakan Kanwil Imigrasi menggelar 'Sosialisasi Teknis Layanan Visa dan Izin Tinggal Keimigrasian" terkait program Global Citizen of Indonesia (GCI) bisa menjadi salah satu ruang menjawab hal tersebut.

"Sosialisasi ini menjadi krusial untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang utuh dan selaras terkait kebijakan, prosedur, serta implementasi layanan keimigrasian dalam kerangka GCI,” ujarnya.

Beberapa narasumber dihadirkan dalam sosialisasi tersebut, di antaranya Ketua Tim Surat Keimigrasian Ditjen Imigrasi, Denny Priyantkasetya, Analis Keimigrasian Madya Kanwil Ditjenim Sulut, Arthur Mawikere, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Utara, Hermina Korompis,

Denny Priyantkasetya mengulas komprehensif kebijakan GCI, mulai dari landasan hukum, subjek dan indeks visa diaspora, hingga alur permohonan serta berbagai kemudahan fasilitas keimigrasian yang ditawarkan.

Selanjutnya Arthur Mawikere membawakan materi bertajuk “Imigrasi sebagai Fasilitator Pembangunan”.

Dia menekankan bahwa fungsi imigrasi tidak lagi semata sebagai penjaga gerbang negara, melainkan juga sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi layanan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika global, khususnya dalam mendukung implementasi GCI.

Hermina Korompis menyoroti kecenderungan positif realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Sulawesi Utara sepanjang tahun 2025, termasuk peningkatan investasi di sektor-sektor unggulan serta proyeksi investasi ke depan yang selaras dengan visi pembangunan daerah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

"Kami berharap tercipta kesamaan persepsi serta peningkatan kapasitas seluruh pemangku kepentingan dalam memahami dan mengimplementasikan kebijakan GCI secara efektif," ujar Novly

Dia optimistis, sinergi antara kebijakan keimigrasian dan potensi investasi daerah diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus memperkuat posisi Indonesia, khususnya Sulawesi Utara, sebagai destinasi strategis bagi talenta global dan investor internasional.

Novly yang mewakili Kakanwil Imigrasi Sulut, Ramdhani menegaskan imigrasi berperan strategis sebagai garda terdepan mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan, adaptif, dan berdaya saing global.

"Hal ini menjadi sebuah fondasi penting dalam menghadapi tantangan dan peluang di era mobilitas internasional yang semakin dinamis," ujarnya menambahkan.

Sebanyak 83 peserta yang terdiri dari perwakilan satuan kerja keimigrasian di wilayah Sulawesi Utara serta unsur non-pemerintah seperti pelaku usaha, investor, yayasan, sponsor, dan penjamin ikut dalam sosialisasi tersebut.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026