Logo Header Antaranews Manado

Polda Sulut lakukan pendataan dan patroli mitigasi usai gempa M7,6

Kamis, 2 April 2026 11:38 WIB
Image Print
Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono memberikan keterangan pers usai melihat langsung kondisi gedung KONI Sario Manado yang terdampak gempa. Gempa yang terjadi menyebabkan satu warga meninggal terkena reruntuhan material gedung yang jatuh. ANTARA/HO-Polda Sulut

Manado (ANTARA) - Wakapolda Sulawesi Utara (Sulut) Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan jajarannya terus melakukan koordinasi bersama instansi terkait melakukan pendataan dan patroli mitigasi usai gempa tektonik magnitudo 7,6 pada Kamis pagi.

"Meski gempa memicu kekhawatiran besar, kami memastikan bahwa potensi tsunami telah terlewati," kata Wakapolda Awi Setiyono saat melihat langsung kondisi Gedung KONI Sario di Manado, Kamis.

Berdasarkan koordinasi dengan Polres, lanjut dia, situasi di wilayah kepulauan dan pesisir Bitung terpantau kondusif tanpa adanya kenaikan air laut yang signifikan.

"Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada. Kita berada di wilayah ring of fire, sehingga gempa susulan bisa saja terjadi kapan saja," ujar Wakapolda Awi.

Ia juga mengimbau warga untuk selalu siap menghadapi potensi gempa susulan dan segera keluar dari bangunan jika merasakan guncangan kuat dan hindari bangunan yang terlihat retak atau tidak stabil.

"Jangan terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Wakapolda.

Saat ini pihak kepolisian dan pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan menyeluruh di seluruh wilayah Sulawesi Utara, termasuk memantau perkembangan di wilayah Likupang dan Minahasa Utara.

Wakapolda Sulawesi Utara Awi Setiyono turun langsung meninjau kondisi infrastruktur yang terdampak gempa bumi di kawasan GOR KONI Sario. Peninjauan ini dilakukan menyusul laporan adanya kerusakan serius pada bagian gedung yang mengakibatkan jatuh korban jiwa.

Dalam kunjungan tersebut Brigjen Pol Awi Setiyono didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sulut untuk memastikan langkah pengamanan dan evakuasi berjalan maksimal.

Polisi juga sudah melakukan olah TKP di lokasi yang menyebabkan satu orang meninggal dunia akibat terkena reruntuhan bangunan dan memasang garis polisi di TKP.

Sebelumnya, pada Kamis 2 April 2026 pukul 05.48.14 WIB wilayah Barat Daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M7,6, sementara episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,27 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 kilometer arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 kilometer.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026