Manado (ANTARA) - Tim gabungan TNI, Polri, Tim SAR dan BPBD menemukan lagi satu korban meninggal akibat bencana banjir bandang yang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, pada Senin dini hari, sekitar pukul 02.45 Wita.
"Korban teridentifikasi bernama Rahmon Bangsa, warga Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur (Sitim). Beliau sebelumnya dinyatakan hilang akibat banjir tersebut," kata Kapolres Sitaro, AKBP Iwan Permadi , Selasa.
Jenazah ditemukan setelah upaya pencarian intensif yang dilakukan bersama unsur pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat.
Dengan ditemukan korban meninggal bernama Rahmon Bangsa, total korban jiwa akibat banjir bandang di pulau Siau kini menjadi 15 orang.
Sementara itu, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang terdampak banjir dan longsor, mengingat sesuai laporan warga masih ada dua korban yang belum ditemukan.
Banjir bandang yang terjadi akibat hujan deras dengan intensitas tinggi ini menyebabkan kerusakan berat pada permukiman warga, fasilitas umum, serta akses jalan.
Sejumlah warga juga masih bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka rusak parah atau tidak lagi bisa dihuni.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan instansi terkait terus memberikan dukungan logistik, pelayanan kesehatan, serta pendampingan bagi para pengungsi. Selain itu, proses pendataan korban dan penilaian kerusakan juga masih berlangsung.
Kapolres Sitaro memastikan personil Polres Sitaro bersama dengan Sat Brimobda akan bekerja maksimal dalam melakukan langkah kontigensi akibat bencana yang terjadi.
"Tentu kami menyesuaikan dengan waktu tanggap darurat yang ditetapkan, namun ini akan kami maksimalkan sebaik mungkin, agar korban segera ditemukan," tukas Kapolres.
Berikut daftar korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Sitaro:
Kelurahan Bahu : Santi Diamanis (Perempuan), Yantje Tamalonggehe (Laki-laki), Florensi Bawolce (Perempuan), Joanita Bangsa (Perempuan), Swingly Dalending (Laki-laki), Kananta Kairi Kansil (Bayi, Laki-laki), EL Kamanang (Anak 4 tahun, Laki-laki), Fardilin Tamalonggehe (Perempuan), Rahmon Bangsa (laki-laki)
Kampung Laghaeng : Rafles Kobis (Laki-laki) dan Hermina Maningide (Perempuan). Kampung Batusenggo : Alfian Anise (Laki-laki) dan Priskila Saol (Perempuan).
Kampung Peling : Alexius Olongsongke (Laki-laki) dan Silvia Pamondolang (Perempuan).

