Manado (ANTARA) - Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara Saryono, mengatakan kegiatan donor darah merupakan wujud nyata praktik nilai kebajikan ajaran Buddha.
"Kegiatan sosial ini diikuti oleh 70 peserta yang berasal dari kalangan umat Buddha se-Kota Manado, dengan semangat berbagi dan peduli terhadap sesama melalui aksi kemanusiaan," katanya, di Manado, Minggu.
Saryono mengapresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini, yang dinilainya sebagai wujud nyata praktik nilai-nilai kebajikan dalam ajaran Buddha.
“Donor darah dan pengobatan gratis ini mencerminkan semangat mett (cinta kasih) dan karu (kasih sayang) yang diajarkan Sang Buddha," katanya.
Melalui kegiatan seperti ini, umat Buddha turut berkontribusi dalam menolong sesama dan menebar kedamaian di masyarakat.
Saryono juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin umat Buddha di Sulawesi Utara, sebagai bentuk pengamalan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Harian WALUBI Sulut, Andiwanto Wiratna, turut memberikan apresiasi atas kerja sama panitia dan dukungan seluruh pihak yang berpartisipasi.
Ia menegaskan bahwa kegiatan kemanusiaan seperti ini memperkuat solidaritas dan rasa persaudaraan antar umat.
Kegiatan donor darah dan pengobatan gratis ini berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi dasar kehidupan beragama, sekaligus mempererat hubungan antar umat dalam semangat kebajikan dan kedamaian.
Kemenag bersama Ketua Harian WALUBI Sulut Andiwanto Wiratna, serta Ketua Tempat Ibadah Tridharma Tiong Tan Lie Goan Swee (Liwas) Manado Edwin Moniaga, menghadiri kegiatan Donor Darah dan Pengobatan Gratis yang digelar di Tempat Ibadah Tridharma Tiong Tan Lie Goan Swee, Liwas Manado, Minggu.

