Logo Header Antaranews Manado

Kakanwil Kemenag Sulut imbau masyarakat jaga kerukunan

Senin, 1 September 2025 19:42 WIB
Image Print
Kakanwil Kemenag Sulut Ulyas Taha. ANTARA/HO-Kemenag

Manado (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Dr Ulyas Taha mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kerukunan di daerah tersebut.

"Dalam beberapa hari terakhir ini bangsa Indonesia menghadapi dinamika politik yang hangat. Suara masyarakat, terutama generasi muda, muncul dalam berbagai bentuk, termasuk aksi demonstrasi di sejumlah daerah, termasuk di Sulawesi Utara," kata Ulyas, di Manado, Senin.

Dia mengatakan menghormati kebebasan bersuara dan berpendapat. Demonstrasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara.

Ia mengatakan aspirasi rakyat tidak boleh dibungkam, justru harus didengar dengan hati yang jernih.

"Saya mengajak semua pihak untuk mengekspresikan pendapat dengan cara yang bermartabat, damai, dan tidak melukai sesama," katanya.

Menjaga Sulawesi Utara sebagai rumah bersama yang rukun, katanya, Sulawesi Utara dikenal dengan semboyan “Torang Samua Basudara.”

Dalam menghadapi dinamika politik apapun, katanya, semangat persaudaraan ini harus tetap hidup. "Jangan sampai perbedaan pandangan politik merusak ikatan kebersamaan dan kedamaian yang telah lama kita rawat,' jelasnya.

Menolak kekerasan dalam bentuk apapun. Kekerasan bukan jalan keluar. Baik aparat maupun masyarakat harus menahan diri, tidak terprovokasi, dan mengedepankan dialog. Setiap bentuk tindakan represif maupun anarkis hanya akan memperdalam luka bangsa.

Kemenag mengajak smua pihak menjadi penjaga demokrasi.

Demokrasi akan sehat jika rakyat dapat bersuara, pemerintah mau mendengar, dan aparat menegakkan hukum secara adil.

"Saya percaya, Sulawesi Utara dengan tradisi pluralitas mampu menjadi teladan dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial," katanya.

Ulyas menjelaskan agama apapun selalu mengajarkan perdamaian, kasih sayang dan keadilan.

"Saya mengajak umat beragama untuk menjadi penyejuk di tengah suhu politik yang menghangat, agar bangsa ini tetap melangkah di jalan persaudaraan, bukan perpecahan," jelasnya

Khusus kepada seluruh ASN jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, kakanwil menyerukan untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat.

ASN Kemenag harus hadir sebagai teladan, penyejuk, dan jembatan persaudaraan di tengah dinamika sosial-politik.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk tetap mengedepankan persaudaraan dan kedamaian. Demonstrasi adalah hak, tetapi marilah kita jalani dengan penuh tanggung jawab," jelasnya.

Kepada seluruh ASN Kemenag Sulut, mari kita perkuat komitmen menjaga harmoni, menjadi teladan, dan terus menebarkan semangat ‘Torang Samua Basudara’ di manapun kita berada.

Bangsa ini membutuhkan kedewasaan, bukan hanya dalam politik, tetapi juga dalam sikap sehari-hari.

"Mari kita jadikan dinamika politik saat ini sebagai peluang memperkuat persaudaraan dan memperdalam nilai demokrasi," katanya.

Kakanwil percaya, dengan kebersamaan, Sulawesi Utara akan tetap menjadi daerah yang aman, rukun, dan penuh kedamaian. "Karena “Torang Samua Basudara, Torang Samua Ciptaan Tuhan. Mari torang baku-baku bae, baku-baku sayang," katanya.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026