Manado (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulawesi Utara, Ulyas Taha mengimbau umat Buddha di daerah itu agar tetap menjaga kerukunan.
"Saya mengimbau kepada seluruh umat Buddha agar senantiasa menjaga kerukunan, baik secara internal maupun antarumat beragama," kata Ulyas di Manado, Kamis.
Dia mengatakan egosentris adalah akar dari banyak konflik yang terjadi, oleh karena itu diperlukan saling memahami dan menurunkan ego pribadi demi kepentingan bersama.
Kakanwil menyampaikan pentingnya dialog intern sebagai ruang refleksi dan komunikasi antarumat seiman dalam memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan.
Ia menegaskan bahwa meskipun sedang berada dalam situasi efisiensi anggaran, dialog semacam ini harus tetap dijaga dan dijalankan secara berkelanjutan.
Kakanwil mengingatkan bahwa keberadaan Kementerian Agama adalah untuk mengurus urusan keagamaan dengan prinsip moderasi beragama dalam bingkai negara demokrasi.
“Kita bersyukur hidup di Indonesia yang meskipun memiliki banyak agama, tetap dapat hidup rukun dan damai. Ini berbeda dengan negara-negara lain yang walaupun memiliki banyak agama, sistem pemerintahannya bersifat sekuler," katanya.
Di Indonesia, Kementerian Agama hadir dengan peran strategis menjaga dan merawat toleransi.
Orang yang bijaksana, kata kakanwil, adalah orang yang tidak terpengaruh dengan predikat, jabatan, ataupun harta. Itulah ciri orang yang benar-benar beragama.
"Jika internal umat hidup rukun dan damai, maka pekerjaan dan pelayanan pun akan menjadi lebih baik, produktif, dan harmonis,” jelasnya.

