
Sekda Sitaro ingatkan SKPD jauhi Renja 'copy paste'

Rencana kerja setiap SKPD haruslah berkualitas, terukur dan nyata manfaatnya memajukan daerah dan menyejahterahkan rakyat." (Adri Manengkey, Sekda Kab Sitaro)
SITARO (10/3) AntaraSulut - Sekretaris Daerah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, Adri Manengkey mengingatkan setiap satuan kerja pemerintah daerah untuk menjauhi praktik penyusunan renstra copy paste alias contekan dan tidak menjawab kebutuhan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Rencana kerja setiap SKPD haruslah berkualitas, terukur dan nyata manfaatnya memajukan daerah dan menyejahterahkan rakyat. Renja harus bersesuaian dengan kondisi obyektif daerah," tandas Sekda Manengkey saat membuka Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Sitaro 2016, Senin siang.
Untuk bisa menghasilkan rumusan Renstra yang berkualitas dan bermanfaat, menurut Manengkey, penyusunan hendaknya memadukan pola top-down, bottom-up, partisipatif dan representatif. Artinya, rumusan renstra dipaparkan kepada masyarakat, dikritisi dan diperkaya dengan pokok pikiran komponen masyarakat, dan mendapat masukan dari aspek politis yang diwakili anggota legislatif.
Manengkey menyorot minimnya kehadiran dan partisipasi masyarakat dalam forum tersebut. Ia bahkan menyentil tidak hadirnya anggota DPRD dalam forum yang disebutnya amat penting dan strategis itu.
"Keikutsertaan stakeholders, semua pihak yang terkait pemangku kepentingan sangat penting di forum ini. Antara lain supaya tidak perlu saat pembahasan di DPRD harus ada baku banting meja, adu argumen dan saling ngotot," tandasnya.
Forum konsultasi ini terpantau minim kehadiran elemen masyarakat. Yang hadir hanya tokoh masyarakat Lorens Karel yang mantan birokrat, dan beberapa awak media. Selebihnya adalah pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Sitaro yang diwajibkan hadir untuk memberi respon atas masukan publik.
Assisten III SekdabSitaro, Herry Bogar ikut menyorot minimnya keterlibatan publik dalam forum konsultasi publik ini. Kendati begitu, ia berharap muncul gagasan dan masukan yang semakin melengkapi RKPD Sitaro tahun 2016.
Kepala Bappeda Sitaro, Samuel Raule menjelaskan pihaknya telah berupaya agar forum itu dihadiri keterwakilan tokoh masyarakat, pemuka agama, dan anggota DPRD Sitaro. Ia mengatakan DPRD sudah terwakili melalui pokok pikiran yang dititipkan secara tertulis kepada Bappeda.
Pewarta : Fidel Malumbot
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
