Aktivitas anak main game komputer berkurang sejak pandemi
Sabtu, 6 Juni 2020 8:34 WIB
Ilustrasi bermain game online. (Pexels/FOX)
Jakarta (ANTARA) - Survei yang dilakukan Kaspersky di Indonesia menunjukkan aktivitas anak bermain game melalui perangkat komputer berkurang sejak pandemi virus corona.
"Menurunnya minat pada game di komputer pribadi dapat dijelaskan oleh meningkatnya kebutuhan dalam penggunaannya untuk kegiatan lain. Misalnya, proses pendidikan lebih mudah di akses melalui komputer pribadi daripada di perangkat seluler. Kita dapat melihat bahwa meskipun anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka di rumah, mereka menggunakan komputer dengan bijak dan merasa tidak perlu untuk terjun ke video game,” kata pakar analisis konten di Kaspersky Anna Larkina, dalam keterangan pers, dikutip Sabtu.
Kaspersky Security Network mengumpulkan data secara anonim dari pengguna Kaspersky Safe Kids di sistem operasi Windows dan macOS pada Januari hingga Mei tahun ini.
Berdasarkan data mereka, aktivitas anak bermain game komputer secara konsisten turun pada Maret hingga Mei, di platform Windows dan macOS. Bermain game komputer berjumlah 15,69 persen dan 15,36 persen masing-masing untuk Januari dan Februari 2020.
Tapi, pada Maret, aktivitas tersebut menurun menjadi 13,94 persen pada Maret, dan kembali turun menjadi 13,28 persen untuk April. Data KSN untuk Mei 2020 menunjukkan terdapat 13,26 persen anak yang bermain game di komputer.
Sementara, data untuk aktivitas anak bermain game komputer di Indonesia fluktuatif selama pandemi, pada Maret, tercatat ada 11,21 persen aktivitas main game komputer.
Kegiatan tersebut naik menjadi 16,32 persen selama April dan turun menjadi 13,23 persen pada Mei.
Menurut Kaspersky penurunan bermain game komputer hanya relevan untuk para pengguna platform Windows karena akses ke game untuk platform tersebut lebih banyak dibandingkan sistem macOS
"Menurunnya minat pada game di komputer pribadi dapat dijelaskan oleh meningkatnya kebutuhan dalam penggunaannya untuk kegiatan lain. Misalnya, proses pendidikan lebih mudah di akses melalui komputer pribadi daripada di perangkat seluler. Kita dapat melihat bahwa meskipun anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka di rumah, mereka menggunakan komputer dengan bijak dan merasa tidak perlu untuk terjun ke video game,” kata pakar analisis konten di Kaspersky Anna Larkina, dalam keterangan pers, dikutip Sabtu.
Kaspersky Security Network mengumpulkan data secara anonim dari pengguna Kaspersky Safe Kids di sistem operasi Windows dan macOS pada Januari hingga Mei tahun ini.
Berdasarkan data mereka, aktivitas anak bermain game komputer secara konsisten turun pada Maret hingga Mei, di platform Windows dan macOS. Bermain game komputer berjumlah 15,69 persen dan 15,36 persen masing-masing untuk Januari dan Februari 2020.
Tapi, pada Maret, aktivitas tersebut menurun menjadi 13,94 persen pada Maret, dan kembali turun menjadi 13,28 persen untuk April. Data KSN untuk Mei 2020 menunjukkan terdapat 13,26 persen anak yang bermain game di komputer.
Sementara, data untuk aktivitas anak bermain game komputer di Indonesia fluktuatif selama pandemi, pada Maret, tercatat ada 11,21 persen aktivitas main game komputer.
Kegiatan tersebut naik menjadi 16,32 persen selama April dan turun menjadi 13,23 persen pada Mei.
Menurut Kaspersky penurunan bermain game komputer hanya relevan untuk para pengguna platform Windows karena akses ke game untuk platform tersebut lebih banyak dibandingkan sistem macOS
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenag serahkan bantuan komputer tingkatkan mutu pendidikan madrasah
15 August 2023 14:13 WIB, 2023
Polisi ringkus pelaku pencurian enam komputer Kantor Setda Minahasa Utara
25 January 2023 16:56 WIB, 2023
Pemkot Jakarta Barat menyiapkan 20 komputer cadangan untuk seleksi CPNS
08 October 2021 12:25 WIB, 2021
Dosen Fakultas Ilmu Komputer UI mendapatkan penghargaan dari Perpusnas
23 September 2021 14:05 WIB, 2021
Peretas asal China dicurigai mencuri informasi dari komputer milik Vatikan
30 July 2020 7:15 WIB, 2020
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Kemdiktisaintek dan NEDO Jepang siapkan kolaborasi riset energi dan industri
07 January 2026 11:00 WIB