COVID-19 hanya dapat dicegah dengan disiplin kuat, hari ini positif bertambah jadi 10.551 orang
Jumat, 1 Mei 2020 18:49 WIB
Tangkapan layar juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto saat konferensi video di Jakarta, Jumat. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan penularan virus tersebut hanya dapat dicegah apabila masyarakat menerapkan disiplin yang kuat, posisi hari ini terkonfirmasi positif bertambah 433 orang sehingga menjadi 10.551 orang, dalam perawatan 8.160 orang, sembuh 1.591 pasien, meninggal 800 orang dan pasien dalam pengawasan(PDP) 22,123 orang.
"Disiplin yang kuat untuk memutus mata rantai penularan secara terus menerus," kata dia melalui konferensi video di Graha BNPB Jakarta, Jumat.
Ia terus mengingatkan disiplin tersebut meliputi cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, tetap berada di rumah, memakai masker apabila terpaksa keluar rumah untuk kepentingan yang mendesak, menjaga jarak fisik serta menghindari kerumunan.
"Ini menjadi kunci bagi kita," katanya.
Menurut dia, hal-hal tersebut akan menjadi cobaan bagi setiap orang dalam menentukan keberhasilan pengendalian dan melawan COVID-19 di Tanah Air.
Kedisiplinan yang kuat tadi, ujar dia, harus disertai pula dengan sikap toleransi, gotong royong serta saling melindungi antarwarga, terutama selama masa pandemi COVID-19.
Di Jakarta, katanya, masyarakat berekonomi lemah yang terdampak COVID-19, terutama tidak memiliki hunian laik, pemerintah telah menyiapkan beberapa fasilitas umum, di antaranya gedung olahraga.
"Ini bertujuan agar mereka tidak telantar di luar dan berpotensi tertular penyakit ini," katanya.
Selain itu terdapat pula beberapa contoh sikap tolong menolong dari para dermawan yang menyediakan tempat tinggal sementara untuk tenaga medis.
Hal tersebut, ujar Yuri, perlu ditiru oleh semua masyarakat dalam membantu tenaga medis sehingga penanganan COVID-19 dapat berjalan maksimal.
Secara umum COVID-19 bukan permasalahan kesehatan saja, namun sudah multidimensi yang harus disikapi secara bersama dan komprehensif.
"Disiplin yang kuat untuk memutus mata rantai penularan secara terus menerus," kata dia melalui konferensi video di Graha BNPB Jakarta, Jumat.
Ia terus mengingatkan disiplin tersebut meliputi cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, tetap berada di rumah, memakai masker apabila terpaksa keluar rumah untuk kepentingan yang mendesak, menjaga jarak fisik serta menghindari kerumunan.
"Ini menjadi kunci bagi kita," katanya.
Menurut dia, hal-hal tersebut akan menjadi cobaan bagi setiap orang dalam menentukan keberhasilan pengendalian dan melawan COVID-19 di Tanah Air.
Kedisiplinan yang kuat tadi, ujar dia, harus disertai pula dengan sikap toleransi, gotong royong serta saling melindungi antarwarga, terutama selama masa pandemi COVID-19.
Di Jakarta, katanya, masyarakat berekonomi lemah yang terdampak COVID-19, terutama tidak memiliki hunian laik, pemerintah telah menyiapkan beberapa fasilitas umum, di antaranya gedung olahraga.
"Ini bertujuan agar mereka tidak telantar di luar dan berpotensi tertular penyakit ini," katanya.
Selain itu terdapat pula beberapa contoh sikap tolong menolong dari para dermawan yang menyediakan tempat tinggal sementara untuk tenaga medis.
Hal tersebut, ujar Yuri, perlu ditiru oleh semua masyarakat dalam membantu tenaga medis sehingga penanganan COVID-19 dapat berjalan maksimal.
Secara umum COVID-19 bukan permasalahan kesehatan saja, namun sudah multidimensi yang harus disikapi secara bersama dan komprehensif.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Juru Bicara: Kasus positif COVID-19 di Secapa AD Jawa Barat sebanyak 1.262
09 July 2020 19:00 WIB, 2020
Jubir: Positif COVID-19 Indonesia bertambah 1.293, sembuh bertambah 1.006
30 June 2020 16:44 WIB, 2020
Jubir Pemerintah: Patuh dan dispilin maka Juni-Juli COVID-19 sudah bisa dikendalikan
05 May 2020 16:49 WIB, 2020
Yurianto: Batasi keluar rumah hanya bertemu saudara atau teman, untuk hentikan COVID-19
04 May 2020 18:33 WIB, 2020
Jubir Pemerintah: Pasien COVID-19 sembuh bertambah 211, positif bertambah 349 orang
03 May 2020 16:54 WIB, 2020
Jubir Pemerintah: 67.784 orang diperiksa COVID-19, sebanyak 9.771 positif
29 April 2020 16:32 WIB, 2020
Yurianto: Tersedia 10 ribu tempat tidur di 1.000 RS untuk pasien COVID-19
27 April 2020 17:03 WIB, 2020
Jumlah kasus positif COVID-19 Indonesia bertambah 357 orang, total 7.775
23 April 2020 15:58 WIB, 2020
Jubir Pemerintah: 913 pasien COVID-19 sembuh, positif jadi 7.418 orang
22 April 2020 17:29 WIB, 2020