Ketua Panitia Olimpiade Tokyo: buang jauh-jauh skenario pembatalan
Kamis, 5 Maret 2020 4:12 WIB
Stadion Nasional Olimpiade dilihat dua perempuan dari Shibuya Sky Gallery di Tokyo, Jepang pada 4 Maret 2020. Presiden komite penyelenggara Olimpiade 2020 Tokyo menepis spekulasi bahwa Olimpiade kemungkinan dibatalkan. (REUTERS/STOYAN NENOV)
Jakarta (ANTARA) - Presiden komite penyelenggara Olimpiade 2020 Tokyo menepis spekulasi bahwa Olimpiade kemungkinan dibatalkan karena meningkatnya keprihatinan wabah virus corona dengan menegaskan penundaan bukan opsi.
"Saya sama sekali tak mempertimbangkan hal ini," kata Yoshiro Mori kepada wartawan dalam sebuah briefing ketika ditanya mengenai kemungkinan pembatalan.
Ketika ditanya kapan panitia penyelenggara bisa menentukan perubahan Olimpiade, dia menjawab, "Saya bukan Tuhan jadi saya tak tahu."
Namun Mori yang berulang kali mengatakan bahwa satu-satunya rencana saat ini adalah menggelar Olimpiade sesuai jadwal itu juga menegaskan bahwa panitia penyelenggara akan mendengarkan berbagai pandangan dan akan fleksibel.
"Situasinya berubah setiap hari. Itu berubah tergantung kepada tempat. Untuk itulah kami harus merespons dengan sikap yang fleksibel," kata Mori seperti dikutip Reuters.
Jumlah orang terinfeksi virus corona di Jepang sudah mencapai 1.000-an orang, sedangkan 12 orang dinyatakan meninggal dunia. Perkembangan inilah yang memicu kekhawatiran bahwa Olimpiade kemungkinan ditunda atau bahkan dibatalkan.
"Saya sama sekali tak mempertimbangkan hal ini," kata Yoshiro Mori kepada wartawan dalam sebuah briefing ketika ditanya mengenai kemungkinan pembatalan.
Ketika ditanya kapan panitia penyelenggara bisa menentukan perubahan Olimpiade, dia menjawab, "Saya bukan Tuhan jadi saya tak tahu."
Namun Mori yang berulang kali mengatakan bahwa satu-satunya rencana saat ini adalah menggelar Olimpiade sesuai jadwal itu juga menegaskan bahwa panitia penyelenggara akan mendengarkan berbagai pandangan dan akan fleksibel.
"Situasinya berubah setiap hari. Itu berubah tergantung kepada tempat. Untuk itulah kami harus merespons dengan sikap yang fleksibel," kata Mori seperti dikutip Reuters.
Jumlah orang terinfeksi virus corona di Jepang sudah mencapai 1.000-an orang, sedangkan 12 orang dinyatakan meninggal dunia. Perkembangan inilah yang memicu kekhawatiran bahwa Olimpiade kemungkinan ditunda atau bahkan dibatalkan.
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Buku "Jokowi Mewujudkan Mimpi Indonesia" diluncurkan bahasa Jepang di Tokyo
24 May 2024 5:11 WIB, 2024
Film perang Kazunari Ninomiya "Arashi" buka Festival Film Tokyo ke-35
12 September 2022 10:52 WIB, 2022
From Tokyo to Manado, UNIQLO Indonesia akhirnya buka toko pertamanya di Manado 16 September 2022
09 September 2022 22:02 WIB, 2022