Puskesmas di Sangihe miliki alat pendeteksi HIV
Rabu, 7 Agustus 2019 16:42 WIB
Jopy Thungari, Kadis Kesehatan (ANTARA)
Sulut, Tahuna (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara, Jopy Thungari mengatakan, semua Puskesmas telah dilengkapi dengan alat pendeteksi human immunodeficiency virus (HIV).
"Alat pendeteksi HIV telah dimiliki semua puskesmas di Sangihe," kata Jopy Thungari di Tahuna, Rabu.
Menurut dia, petugas yang ada di Puskesmas telah mengetahui gejala orang yang mengidap HIV.
"Kerika ada pasien yang diduga mengidap HIV akan diperiksa dengan menggunakan alat tersebut," kata dia.
Alat tes HIV kata dia, mirip test pack atau alat pendeteksi kehamilan. Hanya saja kalau tes kehamilan mengambil air seni, tapi untuk tes HIV dioeriksa dengan mengambil sampel darah.
Dia mengajak semua masyarakat untuk melakukan pemeriksaan di Puskesmas agar bila terjangkit HIV dapat ditangani sejak awal.
Dia mengatakan, sampai saat ini ada puluhan orang penderita HIV yang sementara ditangani petugas dinas kesehatan.
"Berdasarkan data, ada 31 orang penderita HIV/Aids dan sementara ditangani melalui pembelian obat secara rutin," kata dia.
Dia mengatakan, obat yang diberikan kepada pasien belum bisa menyembuhkan secara total penderita HIV dan Aids.
"Obat yang diminum tidak bisa membunuh virus HIV Aids, tapi hanya menghambat virus agar pasien bisa beraktifitas dengan normal," kata dia.
Menurut dia, kalau obat diminum secara rutin maka harapan hidup pasien akan lebih panjang.
"Obat harus diminum secara rutin jangan sampai putus guna menghambat perkembangan virus," kata dia.
"Alat pendeteksi HIV telah dimiliki semua puskesmas di Sangihe," kata Jopy Thungari di Tahuna, Rabu.
Menurut dia, petugas yang ada di Puskesmas telah mengetahui gejala orang yang mengidap HIV.
"Kerika ada pasien yang diduga mengidap HIV akan diperiksa dengan menggunakan alat tersebut," kata dia.
Alat tes HIV kata dia, mirip test pack atau alat pendeteksi kehamilan. Hanya saja kalau tes kehamilan mengambil air seni, tapi untuk tes HIV dioeriksa dengan mengambil sampel darah.
Dia mengajak semua masyarakat untuk melakukan pemeriksaan di Puskesmas agar bila terjangkit HIV dapat ditangani sejak awal.
Dia mengatakan, sampai saat ini ada puluhan orang penderita HIV yang sementara ditangani petugas dinas kesehatan.
"Berdasarkan data, ada 31 orang penderita HIV/Aids dan sementara ditangani melalui pembelian obat secara rutin," kata dia.
Dia mengatakan, obat yang diberikan kepada pasien belum bisa menyembuhkan secara total penderita HIV dan Aids.
"Obat yang diminum tidak bisa membunuh virus HIV Aids, tapi hanya menghambat virus agar pasien bisa beraktifitas dengan normal," kata dia.
Menurut dia, kalau obat diminum secara rutin maka harapan hidup pasien akan lebih panjang.
"Obat harus diminum secara rutin jangan sampai putus guna menghambat perkembangan virus," kata dia.
Pewarta : Jerusalem Mendalora
Editor : Christian Alberto Kowaas
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sulut sebut kawasan Sulampua miliki peran strategis ekonomi nasional
20 January 2026 5:48 WIB
Pemain Bournemouth Antoine Semenyo miliki klausul penjualan Rp1,431 triliun
18 November 2025 5:35 WIB
Komunitas Informasi Masyarakat miliki peran strategis tentukan arah ruang publik
16 November 2025 7:08 WIB
Terpopuler - Kabupaten Sangihe
Lihat Juga
Dihadiri Wagub Sulut, Bupati Sangihe: Tulude momentum pererat persaudaraan
31 January 2026 19:38 WIB