Polisi amankan ambulans milik Garis diketahui berafiliasi ISIS
Jumat, 24 Mei 2019 16:38 WIB
Karopenmas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)
Jakarta (ANTARA) - Polri menyita sebuah ambulans milik kelompok Gerakan Reformis Islam (Garis) yang diketahui berafiliasi dengan jaringan teroris ISIS.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, mengatakan ambulans tersebut ditemukan terparkir di belakang Kantor Bawaslu RI, Jakarta, pada Rabu, 22 Mei 2019.
Ambulans ini diketahui berisi uang dan sejumlah busur panah dan bambu runcing. Namun demikian, pihaknya tidak menyebut nominal uang yang disita dari ambulans tersebut.
Dari hasil pemeriksaan sementara, ambulans ini digunakan untuk mengelabui aparat agar dapat mendekati lokasi demonstrasi.
"(Ambulans) untuk mengangkut massa, menerobos, mengelabui petugas untuk mendekati lokasi demo, memprovokasi massa," katanya.
Polisi pun mengamankan dua orang di dalam ambulans tersebut yang merupakan supir dan kernet ambulans.
"Keduanya bertugas membagikan uang, busur dan bambu runcing kepada massa pendemo," katanya.
Sementara Kadivhumas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan kedua tersangka tersebut diketahui telah berencana melakukan aksi jihad pada unjuk rasa 22 Mei.
"Dari keterangan kedua tersangka, mereka memang niat untuk berjihad pada aksi unjuk rasa 22 Mei," kata Iqbal.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, mengatakan ambulans tersebut ditemukan terparkir di belakang Kantor Bawaslu RI, Jakarta, pada Rabu, 22 Mei 2019.
Ambulans ini diketahui berisi uang dan sejumlah busur panah dan bambu runcing. Namun demikian, pihaknya tidak menyebut nominal uang yang disita dari ambulans tersebut.
Dari hasil pemeriksaan sementara, ambulans ini digunakan untuk mengelabui aparat agar dapat mendekati lokasi demonstrasi.
"(Ambulans) untuk mengangkut massa, menerobos, mengelabui petugas untuk mendekati lokasi demo, memprovokasi massa," katanya.
Polisi pun mengamankan dua orang di dalam ambulans tersebut yang merupakan supir dan kernet ambulans.
"Keduanya bertugas membagikan uang, busur dan bambu runcing kepada massa pendemo," katanya.
Sementara Kadivhumas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan kedua tersangka tersebut diketahui telah berencana melakukan aksi jihad pada unjuk rasa 22 Mei.
"Dari keterangan kedua tersangka, mereka memang niat untuk berjihad pada aksi unjuk rasa 22 Mei," kata Iqbal.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Insiden siswa SD bunuh diri karena tak mampu beli buku jadi atensi Presiden
05 February 2026 5:41 WIB
Mensesneg sebut RUU Penanggulangan Disinformasi-Propaganda Asing masih wacana
16 January 2026 7:12 WIB
Prabowo minta 18 proyek hilirisasi segera "groundbreaking" paling lambat Maret 2026
07 January 2026 5:59 WIB
Terpopuler - Sulut Update
Lihat Juga
Peringatan Merah Putih, Gubernur: Jangan biarkan api patriotisme ini redup
15 February 2026 5:17 WIB