Manado, (Antaranews Sulut) - Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dan Ikatan Kekeluargaan Indonesia Sangihe Sitaro dan Talaud (IKISST). Kamis  menggelar pesta adat "tulude" di lapangan Sparta Tikala. 

Pesta adat yang dimulai dengan membawa tamo yang diarak dari Gereja Sentrum, diiringi tarian ada gunde juga sepasukan yang berpakaian khas Nusa Utara, melalui jalan Sudirman dengan didahului oleh rombongan paskibraka hingga lokasi pelaksanaan.   

Di lapangan Sparta Tikala, masyarakat Sangihe, Sitaro dan Talaud, yang akrab disapa Nusa Utara sudah berkumpul dan duduk di bangsal yang disediakan, sedangkan di panggung kehormatan duduk Wali Kota Manado, Vicky Lumentut, Wakil Wali Kota Mor Dominus Bastiaan, didampingi ketua TP PKK Paula Lumentut-Runtuwene dan wakilnya Imelda Bastiaan-Markus, wakil ketua DPRD Manado, dr. Richard H Sualang, serta para tokoh masyarakat Nusa Utara, antara lain Winsulangi Salindeho dan Pdt Meiva Salindeho-Lintang, Ibu Lutia-Madelu dan sejumlah tokoh lainnya seperti Tedius Kuemba Batasina, STh.

Upacara dibuka oleh ucapan selamat datang penjemputan tamu, oleh Fonny Katihokang dan T. Limpong, dimana dua pemandu acara, menggunakan bahasa daerah Sangihe dan Indonesia, demikian juga dengan para pengisi acara.   Pesta adat Tulude di lapangan sparta Tikala Manado. (jo) (tulude)

Upacara adat tulude, dipuncaki oleh pemotongan tamo sebagai puncak acara, yang diserahkan secara simbolis kepada ketua TP PKK Manado, Paula Lumentut-Runtuwene, yang dilakukan tokoh masyarakat Nusa Utara, sambil menyampaikan pesan-pesan dalam bahasa daerah, juga diisi dengan pementasan seni lintas agama dan etnis serta doa lintas agama. 

Wali Kota Manado, Vicky Lumentut, dalam sambutannya merasa senang dengan acara tersebut, meskipun mengakui nyaris tidak memahami apapun bahasa yang digunakan, tetapi tetap bahagia, karena banyak pesan yang disampaikan dalam acara tersebut.   

"Selain itu sebagai pemerintah kami senang karena pesta ada pernyataan tulus dari masyarakat nusa utara untuk bersama membangun bangsa dan menjaga persatuan dan kesatuan, sambil menunggu semua pemikiran positif dari masyarakat Nusa utara untuk membangun Manado," katanya. 

Sementara ketua IKISST, Urbanus Naharia, mengatakan bangga dengan terlaksananya acara tersebut dan berterima kasih kepada Pemkot yang mau melaksanakan pesta adat tersebut. 

"Sebab Pemkot Manado menjadikan pesta tulude sebagai agenda tahunan, itu merupakan hal yang membanggakan sebab menujukan pemkot menghargai masyarakat nusa utara sehingga menetapkan acara tersebut sebagai agenda tetap," katanya.  Pesta adat Tulude di lapangan sparta Tikala Manado. (jo) (tulude)

Sebab itu dia mengajak semua warga Manado asal nusa utara untuk bersama membangun bangsa dan kota dengan memberikan berbagai sumbangan pemikiran positif bagi daerah ini. 

Acara ditutup dengan santap bersama serta gelaran tari-tarian khas Nusa utara, serta foto bersama oleh warga nusa utara dengan kepala daerah dan wakil wali kota yang merupakan salah satu putra Sangihe. *** 

 

Pewarta : Joyce Hestyawatie B

Copyright © ANTARA 2024