60 Warga Sangihe terindikasi HIV/AIDS
Senin, 17 September 2018 7:47 WIB
HIV/AIDS (1)
Tahuna, (Antaranews Sulut) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara, Joppy Thungari mengatakan, sebanyak 60 orang warga masyarakat di Sangihe terindikasi menderita HIV/AIDS.
"Sampai akhir Agustus 2018 tercatat 60 orang penderita HIV/ AIDS di Sangihe," kata Joppy di Tahuna, Jumat.
Menurut dia, dari 60 kasus yang sempat diketahui oleh dinas Kesehatan, 22 orang penderita saat ini sementara dalam proses pengobatan, sedangkan lainnya tidak diketahui.
"Kami saat ini sementara merawat 22 orang penderita HIV/ AIDS, sedangkan yang 38 penderita lainnya sudah tidak diketahui," katanya.
Dia mengatakan, HIV/AIDS sampai saat ini belum ada obatnya, namun pemerintah melalui dinas Kesehatan berusaha memberikan obat penawar agar virusnya tidak menyebar.
"Kami hanya bisa memberikan obat penawar kepada penderita HIV /AIDS agar virusnya tidak menyebar,"ujar Joppy.
Apabila cepat diketahui dan ditangani, maka virus HIV/AIDS bisa dicegah melalui pemberian obat agar tidak berkembang.
"Pengobatan terhadap penderita HIV/ AIDS berlangsung seumur hidup agar virusnya tidak berkembang," katanya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak malu memeriksakan kesehatan agar bisa diketahui secara dini sehingga cepat ditangani.
"Kami mengimbau kepada mayarakat untuk menjaga diri agar tidak terjangkit virus HIV/AIDS," ujar Jopyy.
Alex Sariwating
(T.KR-JRL/B/L005/C/L005) 14-09-2018 17:43:28
"Sampai akhir Agustus 2018 tercatat 60 orang penderita HIV/ AIDS di Sangihe," kata Joppy di Tahuna, Jumat.
Menurut dia, dari 60 kasus yang sempat diketahui oleh dinas Kesehatan, 22 orang penderita saat ini sementara dalam proses pengobatan, sedangkan lainnya tidak diketahui.
"Kami saat ini sementara merawat 22 orang penderita HIV/ AIDS, sedangkan yang 38 penderita lainnya sudah tidak diketahui," katanya.
Dia mengatakan, HIV/AIDS sampai saat ini belum ada obatnya, namun pemerintah melalui dinas Kesehatan berusaha memberikan obat penawar agar virusnya tidak menyebar.
"Kami hanya bisa memberikan obat penawar kepada penderita HIV /AIDS agar virusnya tidak menyebar,"ujar Joppy.
Apabila cepat diketahui dan ditangani, maka virus HIV/AIDS bisa dicegah melalui pemberian obat agar tidak berkembang.
"Pengobatan terhadap penderita HIV/ AIDS berlangsung seumur hidup agar virusnya tidak berkembang," katanya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak malu memeriksakan kesehatan agar bisa diketahui secara dini sehingga cepat ditangani.
"Kami mengimbau kepada mayarakat untuk menjaga diri agar tidak terjangkit virus HIV/AIDS," ujar Jopyy.
Alex Sariwating
(T.KR-JRL/B/L005/C/L005) 14-09-2018 17:43:28
Pewarta : Jerusalem Mendalora
Editor : Christian Alberto Kowaas
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BKKBN Sulawesi Utara tingkatkan kesadaran masyarakat cegah-tanggulangi HIV/AIDS
27 November 2019 3:03 WIB, 2019
Penderita HIV/AIDS Pekanbaru Januari hingga Agustus 2019 capai 176 orang
30 September 2019 11:02 WIB, 2019
Konferensi Internasional AIDS Jayapura hasilkan sebelas butir kesimpulan
04 August 2019 11:05 WIB, 2019
Terpopuler - Kabupaten Sangihe
Lihat Juga
Dihadiri Wagub Sulut, Bupati Sangihe: Tulude momentum pererat persaudaraan
31 January 2026 19:38 WIB