Manado, (Antaranews Sulut) - Sejumlah media di wilayah Papua Maluku Sulawesi dan Kalimantan menjelajahi wisata laut Raja Ampat dengan Telkomsel.
Telkomsel dalam acara Media Gathering (12-14/2) mengajak sekitar 48 wartawan baik media cetak, elektronik maupun online, bersama-sama menjelajahi Kabupaten Raja Ampat.
Wisata laut di Kabupaten Raja Ampat yang sangat mempesona membuat para peserta media gathering Telkomsel tercengang dan serasa tak ingin beranjak jauh dari lokasi ini.
Spot-spot yang sangat menarik, ditata sedemikian rupa baik pemerintah setempat maupun swasta, sehingga mampu menarik wisatawan untuk datang ke daerah tersebut.
Sebelumnya hanya mendengan dari teman, kerabat dan melihat di internet dan sosial media, akan keindahan wisata laut Raja Ampat, tapi kali ini sudah datang langsung, dan memang sungguh luar biasa, tanggapan sejumlah wartawan yang ikut kegiatan tersebut.
Selama tiga hari di Raja Ampat, peserta Media Gathering Telkomsel menjelajahi Kabui, Batu Pensil, Friwen Pasir, Friwen Monda di hari pertama dan hari kedua melanjutkan Trip Raja Ampat ke Sawinrai, Paineno, Sawindarek, Yenbuba dan Pasir Timbul.
Menikmati Keindahan Pulau Wayag sudah tidak diragukan lagi. Pulau ini merupakan ikon wisata Raja Ampat.
Pulau Wayag, yaitu Teluk Kabui. Banyak yang menyebut teluk Kabui sebagai miniatur pulau Wayag. Tempat ini bisa Anda capai dengan menyewa speed boat dari Waisai. Sesampainya di Kabui, akan terpesona dengan keindahannya.
Kemudian, peserta ke lokasi Batu Pensil, begitulah nama destinasi satu ini. Bentuknya berupa batu raksasa yang berdiri tegak di tengah lautan Teluk Kabui, Raja Ampat. Sekilas, bentuknya memang tak mirip dengan pensil, namun para wisatawan sudah terlanjur mengenalnya sebagai Batu Pensil.
Sebuah pulau kecil berada di Distrik Waigeo Selatan dan namanya Friwen. Meski memiliki ukuran mungil, Pulau Friwen memiliki kecantikan yang luar biasa. Faktanya adalah bahwa banyak pelancong telah mengakui kecantikan baharinya. Tak heran, pulau ini menjadi salah satu tempat menyelam terbaik di Raja Ampat.
Beberapa orang bahkan mengatakan itu lebih baik dari pada Mansuar atau Pulau Kri. Dengan laut yang tenang dan nyaman, baik pemula maupun profesional bisa menikmati diving tanpa kerepotan.
Apalagi, setelah peserta tiba di Desa Sawinggrai terletak di distrik Meos Mansar, Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Ini adalah salah satu desa yang paling diakui selain Desa Arborek di distrik yang sama.
Desa ini memiliki 36 keluarga dan sangat menonjol akan Cenderawasih. Cendrawasih yang merupakan ikon Papua dibesarkan di desa ini. Cendrawasih merah adalah ikon khusus dari desa Sawinggrai.
Terkenal alam bahari yang indah, Raja Ampat juga dikenal memiliki gugusan pulau karang. Mengambarkan pemandangan Painemo boleh saya sebut sebagai “Wayag Kecilâ€. Pemandangan sekitarnya terdiri dari batu-batu karang dengan berbagai ukuran dalam satu kawasan. Hanya saja ukuran batu karangnya memang tidak setinggi seperti puncak Wayag.
Selain menawarkan pesona bawah laut, desa ini pun menambah keeksotisan Raja Ampat. Berbagai jenis biota laut, seperti kuda laut mini, udang mantis, blue ring octopus, ikan mandarin, kakap, dan ekor kuning bisa kita temui di sekitar desa itu.
Tidak jarang pula ada penyelam yang bertemu dengan gerombolan ikan tuna dan barakuda ketika sedang menyelam. Karena itu, ketika tiba di pantai Sauwandarek, harus coba melakukan snorkeling.
Jelajah wisata laut Raja Ampat ke Desa Yenbuba di Raja Ampat terkenal sebagai lokasi snorkeling karena punya terumbu karang yang cantik.
Namun selain itu, keramahan penduduknya bikin kita betah.
Keindahan pantai dan laut di Kabupaten Raja Ampat memang tak perlu diragukan lagi. Namun tak ada salahnya saat di sana, traveler berkenalan dengan warganya yang ramah dan menelusuri potensi-potensi lain masyarakatnya, selain sektor pariwisatanya.
Dan, menuju ke Pasir Timbul sebenarnya adalah sebuah hamparan pasir yang membentuk pulau kecil di tengah-tengah lautan Raja Ampat.
Keberadaan Pasir Timbul sangat bergantung pada surut dan pasangnya air laut. Pada saat air laut pasang, hamparan pulau pasir ini akan hilang tenggelam di dalam air, sedangkan pada saat air laut surut, Pasir Timbul pun baru akan benar-benar muncul.
Karena keunikannya yang dapat hilang dan timbul inilah, obyek ini disebut Pasir Timbul.
Manager Corporate Communications Area Pamasuka Rina D Noviani didampingi Superviser Corporate Communication Area Pamasuka Hasrina Ali mengatakan semoga media gathering kali ini memberikan manfaat dan edukasi kepada media di Pamasuka.
"Semoga menjadi bahan penulisan teman-teman media yang baik, dan menyebarkan keindahan wisata laut di Raja Ampat," katanya.
Rina mengatakan semoga lewat tulisan teman-teman, banyak masyarakat menyadari bahwa wisata laut tidak perlu ke luar negeri, tapi di Indonesia juga sangat banyak.
Raja Ampat merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Papua Barat yang memiliki 1.846 pulau dengan hanya 35 pulau yang berpenghuni. Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yaitu pulau terbesarnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati dan Pulau yang berada di barat bagian Kepala Burung (Vogelkoop) Pulau Papua.
Keadaan Geografis Raja Ampat terdiri dari wilayah lautnnya yang mencapai 80 persen dari total luas wilayah dan hanya 20 persen daratan.
Mempunyai penduduk yang berjumlah 64.371 jiwa yang tersebar pada 24 Distrik, 177 kampung dan 4 kelurahan.
Ekosistem Perairan Kepulauan Raja Ampat yang merupakan sorga bawah laut yang merupakan objek wisata, terutama wisata penyelaman.
Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini.
Jelajahi wisata laut Raja Ampat dengan Telkomsel
Media gathering Telkomsel 2018 di Raja Ampat. (1)
Media gathering Telkomsel 2018 di Raja Ampat. (1)