Manado, (Antarasulut) - Hanya orang susah yang mengerti keadaan orang susah, karena sama-sama merasakan kekurangan dan penderitaan. Demikian sepenggal kalimat ringan meluncur dari mulut, Helfrid Lombo. 

     Pria asal tanah Karangetang itu, menyampaikan ungkapan tersebut, karena melihat langsung kondisi di tanah kelahirannya, masih terdapat jurang antara yang kaya dan miskin, dimana keadaan sekarang belum banyak berubah dibandingkan sebelum mekar dari kabupaten induk Sangihe Talaud. 

     Hello, sapaan akrabnya mengatakan, kondisi tersebut, membuatnya tergerak ingin memperjuangkan nasib sesama saudara sekampung halamannya, di Siau Tagulandang dan Biaro (Sitaro) yang selama ini belum merasakan perubahan berarti semenjak daerah tersebut menjadi daerah otonomi sendiri. 

     Karena itulah, maka dia mengatakan, ada banyak yang sudah dipikirkannya untuk dilakukan, jika nanti dia menjadi pemimpin di tanah kelahirannya itu jika memang Tuhan mengizinkan dan rakyat menghendakinya, meskipun menurutnya dia bukan orang berpunya.

        Dia mengatakan, hal-hal yang sudah dipikirkannya untuk dilakukan tentu saja yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.  

     "Harga pala harus diangkat dengan memperpendek mata rantai perdagangan komoditas hebat tersebut, supaya nasib petani pala membaik serta menekan dan membuat harga BBM turun dari yang ada sekarang dengan membangun SPBU di Siau, serta program khusus bagi Lansia," katanya. 

     Doktor lulusan Ameriak itu, mengatakan, yang tak dipikirkan orang, itu yang akan dilakukan, seperti melaksanakan pembangunan langsung di desa, dengan demikian manfaat pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat, karena dia sama sekali tak mau menyentuh proyek biar dilaksanakan saja oleh masyarakat sendiri, kecuali urusan kesehatan dan pendidikan. 

     Sebab menurut kader PDIP ini, hakekat pemimpin adalah melayani dan menyejahterakan masyarakat, dan itu yang akan dilakukannya, sebagai putra daerah, supaya warga Sitaro merasakan langsung manfaat pembangunan, dan menjauhkan tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme. 

     Dengan berbagai pengalamanya selama ini mulai dari politik sampai perokonomian, Hello mengatakan, akan memudahkannya mengelola daerah, dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat. 

      Sebab menurutnya, memang hanya sesama orang susah saja susah yang mengerti orang susah dan tak akan membodohi masyarakat  Sulit bagi yang berpunya dan berada di posisi diatas mengerti keadaan masyarakat yang miskin dan menderita. ***


Pewarta : Joyce Bukarakombang
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2024