Manado (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan operasional Terminal Terpadu atau Integrated Terminal (IT) di Kota Bitung, Sulawesi Utara, menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.

"IT di Bitung salah satu terminal strategis di Pulau Sulawesi, memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas pasokan BBM dan LPG," kata Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Ahmad Siddik Badruddin melalui keterangan tertulis usai mengunjungi IT di Bitung, Jumat (13/2).

Hadir juga pada kunjungan tersebut adalah Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina Erry Sugiharto, Direktur Penunjang Bisnis PT Patra Niaga Pertamina Putut Andriatno, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar.

Direksi Pertamina, kata Ahmad Siddik, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan infrastruktur, keandalan sistem distribusi, efektivitas kontrol HSSE, penguatan mitigasi risiko, serta kesinambungan rantai pasok energi.

Ia menegaskan bahwa keandalan operasional harus berjalan seiring dengan manajemen risiko yang disiplin.

“Terminal BBM merupakan objek vital yang menopang akses energi masyarakat. Karena itu, setiap potensi risiko harus diidentifikasi, dimitigasi dan dikendalikan secara sistematis. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar, dengan kontrol yang kuat dan berlapis,” ujar Ahmad Siddik.

Dalam kunjungan tersebut, Direksi juga melakukan dialog langsung dengan pekerja untuk memastikan budaya keselamatan dan kepatuhan prosedur dijalankan secara konsisten di lapangan.

EGM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menyampaikan bahwa IT Bitung memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya.

“Kami memastikan seluruh infrastruktur, sistem distribusi, serta SDM berada dalam kondisi optimal. Kesiapan ini bukan hanya untuk Satgas RAFI, tetapi untuk menjamin keberlanjutan layanan energi kepada masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Deny.

Selain aspek operasional, MWT ini juga menjadi momentum penguatan tata kelola, kepatuhan terhadap regulasi, serta peningkatan efektivitas koordinasi antar fungsi guna memastikan distribusi energi berjalan aman, andal dan konsisten.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Direksi di lapangan menjadi bentuk pengawasan aktif dan kepemimpinan langsung terhadap operasional perusahaan.

“Kunjungan ini menunjukkan komitmen manajemen dalam memastikan standar keselamatan, kualitas layanan, serta keandalan pasokan benar-benar terimplementasi di lapangan. Pertamina terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat melalui operasi yang profesional dan akuntabel,” tutup Rum.