Manado (ANTARA) - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mengumumkan pencapaian kinerja sepanjang tahun 2025 pasca merger dengan hasil yang solid, tumbuh double digit. 

Di periode akhir tahun 2025 ini, perseroan berhasil meraih total pendapatan sebesar Rp42,5 triliun, tumbuh 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY), EBITDA yang dinormalisasi (Normalized EBITDA) juga berhasil tumbuh 13 persen YoY mencapai Rp. 20,1 triliun dengan normalized EBITDA margin sebesar 47 persen. 

Laba bersih yang dinormalisasi (Normalized PAT) tumbuh 63 persen YoY mencapai Rp3,0 triliun. Sementara kontribusi pendapatan layanan data dan digital terhadap total pendapatan perseroan mencapai lebih dari 90 persen.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menyatakan, pihaknya bersyukur dan bangga dengan hasil pencapaian perusahaan dari fase awal merger hingga sepanjang akhir tahun 2025 ini. 

"Di tengah tantangan industri yang dinamis dan konsolidasi yang dilakukan, kami tetap berhasil meraih pencapaian yang baik. Merger yang kami lakukan berjalan dengan sukses dan tahapan-tahapan integrasi bisa diselesaikan lebih cepat dari yang direncanakan, kemudian target sinergi efisiensi yang lebih besar juga berhasil kami capai sehingga bisa memberikan ruang untuk meningkatkan margin pertumbuhan di tahun berikutnya," katanya.

Rajeev menambahkan bahwa XLSMART juga berhasil meningkatkan pertumbuhan pendapatan serta meningkatkan pertumbuhan ARPU (average revenue per user) yang disertai dengan meningkatnya pengalaman pelanggan. 

Perseroan juga berhasil mewujudkan konsolidasi dan integrasi jaringan secara solid, sehingga bisa menciptakan fondasi untuk  menyediakan infrastruktur jaringan yang lebih kuat, termasuk dengan diluncurkannya cakupan jaringan dan layanan 5G di berbagai kota/kabupaten di Indonesia beberapa waktu lalu dan akan terus bertambah secara bertahap ke depannya. 

Saat ini dan kedepan, XLSMART masih akan terus fokus untuk meningkatkan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan..

Di akhir tahun 2025, total pelanggan XLSMART mencapai 73 juta pelanggan, dengan  ARPU campuran (blended) sekitar Rp39,5 ribu. Sementara secara kuartal, pencapaian ARPU di kuartal empat 2025 mencapai Rp44,8 ribu meningkat dibandingkan periode kuartal sebelumnya yang mencapai Rp38,9 ribu. 

Peningkatan ini mencerminkan efektivitas strategi monetisasi, penyederhanaan produk dan tarif, serta perbaikan pengalaman pelanggan yang dihasilkan dari integrasi jaringan yang berjalan efektif.

Tahun 2025 menjadi tonggak bersejarah bagi XLSMART dengan keberhasilan menyelesaikan merger yang menghasilkan sinergi nyata dan manfaat operasional signifikan. Proses integrasi dan konsolidasi yang ditargetkan selesai semester pertama 2026 telah membuahkan hasil positif, dengan peningkatan performa dan kualitas jaringan yang berdampak langsung pada pengalaman pelanggan. Kecepatan download pelanggan XLSMART meningkat hingga 83 persen, membuktikan komitmen perusahaan menghadirkan layanan terbaik di era digital.

Dari sisi beban biaya operasional, terjadi peningkatan biaya sebagai imbas dari proses integrasi yang dilakukan serta kegiatan operasional yang semakin luas pasca merger. Untuk beban biaya terkait penjualan dan pemasaran juga meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebagai dampak dari meningkatnya komisi penjualan, dan meningkatnya biaya iklan dan promosi terkait peluncuran 5G dan perluasan jaringan. 

Sementara itu untuk beberapa komponen biaya lainnya mengalami kenaikan YoY, seperti biaya infrastruktur, biaya interkoneksi dan pengeluaran langsung lainnya, termasuk pula beban biaya regulatory. Secara keseluruhan, beban biaya operasional di akhir tahun 2025 ini mengalami peningkatan sejalan dengan munculnya biaya-biaya yang terkait langsung dengan integrasi pasca merger menjadi entitas baru XLSMART.

Dari sisi finansial, merger berhasil merealisasikan sinergi USD 250 juta di tahun pertama. Lebih penting lagi, XLSMART mampu menjaga stabilitas layanan dan mempertahankan pertumbuhan bisnis di tengah transformasi besar ini, membuktikan ketangguhan operasional dan komitmen memberikan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Posisi keuangan XLSMART sehat per akhir tahun 2025, utang kotor tercatat di angka Rp 23,7 triliun, dengan rasio gearing net debt to EBITDA (termasuk finance lease) sebesar 3,38x.  Utang bersih tercatat sebesar Rp 21,0 triliun. XLSMART tidak memiliki utang berdenominasi USD. Sebesar 87% dari pinjaman yang ada saat ini memiliki suku bunga mengambang (floating) dan 13% memiliki suku bunga tetap. Free Cash Flow (FCF) mencapai Rp 6,6 triliun.

XLSMART terus melakukan integrasi untuk meningkatkan kualitas jaringan dan pengalaman pelanggan. Hingga akhir tahun 2025, pengeluaran belanja modal (Capex) mencapai sekitar Rp 11,2 triliun.