Manado (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara secara masif meningkatkan upaya pencegahan pelanggaran berlalu lintas melalui kegiatan edukasi.
"Kegiatan Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas) dengan fokus pada penyuluhan 214 kegiatan, sosialisasi keselamatan 386 kegiatan, hingga program Police Goes to School," kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, di Manado, Selasa.
Selain itu, kata dia, petugas di lapangan meningkatkan intensitas patroli di titik-titik rawan macet dan kecelakaan, serta melakukan pemeriksaan rutin terhadap pengemudi dan armada bus guna memastikan kelaikan jalan.
Kabid Humas mengatakan, Polda Sulawesi Utara baru saja merilis hasil evaluasi minggu pertama pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan "Keselamatan Samrat 2026" yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 8 Februari 2026.
Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada angka penindakan pelanggaran lalu lintas dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
"Sepanjang minggu pertama operasi, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulut beserta jajaran Polres mencatat total 2.720 tindakan hukum, meningkat 36 persen dari tahun 2025," ujarnya.
Rincian penindakan tersebut meliputi teguran sebanyak 2.039 kali, Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebanyak 370 pelanggaran, tilang non-ETLE sebanyak 158 tindakan.
Petugas juga menindak 119 kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum serta 34 kasus pelanggaran 'Over Dimension Over Loading' (ODOL).
Kombes Pol Alamsyah mengatakan, Polres Bitung menjadi wilayah dengan jumlah teguran tertinggi mencapai 433 kali, disusul oleh Polresta Manado dengan 385 kali teguran dan Polres Minahasa Selatan sebanyak 225 kali teguran.
Data kecelakaan lalu lintas pada minggu pertama, total 34 kejadian di seluruh wilayah Sulawesi Utara. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, empat orang luka berat, sementara dan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp28.450.000.
Dia menambahkan, wilayah hukum Polresta Manado mencatat angka kecelakaan tertinggi dengan 16 kasus, diikuti oleh Polres Minahasa dengan lima kasus dan Polres Bitung empat kasus.