Manado, 22/10 (AntaraSulut) - Produk-produk Tosy Kingdom khusus untuk anak-anak sudah berstandar nasional Indonesia (SNI) dan para orang tua tidak perlu takut menggunakan produk tersebut sebagai mainan.

"Semua produk anak-anak yang dijual di gerai Toys Kingdom sudah berstandar SNI dan sangat layak digunakan oleh anak-anak," kata Public Relation Manager Kawan Mala Retail Nila Adisepoetro di Manado, Kamis.

Dia mengatakan pihaknya telah melakukan serangkaian persyaratan dari pemerintah dengan didaftarkan produk anak-anak tersebut pada SNI, sehingga tidak ada lagi produk yang dijual mengandung bahan berbahaya bagi anak-anak.

"Biasanya mainan anak-anak ada kandungan berbahaya yang bisa masuk melalui mulut, namun produk di Toys Kingdom, telah ber-SNI dan aman untuk digunakan," jelasnya.

Toys Kingdom, katanya, dibuka di Kota Manado karena untuk menjawab kebutuhan masyarakat di kota tersebut, untuk menghadirkan pusat mainan anak-anak maupun orang dewasa.

"Ini gerai Toys Kingdom, pertama di Kota Manado, dan berusaha menciptakan keceriaan dengan menghadirkan lebih dari 20 ribu jenis mainan berkualitas yang terbagi sesuai dengan kategori kelamin, usia dan kepribadian," jelas Nila.

Dia juga menjelaskan beberapa produk eksklusif yang hanya ditemukan di Toys Kingdom antara lain Hansa, Siku, Silverlit, Hape, Kidz n Cats dan Kurhn.

Selain beragam produk tersebut, Toys Kingdom juga menampilkan beragam keunikan dan kenyamanan pelayanan, seperti Dancing Time yang dilakukan setiap jam, beragam pilihan aktifitas, layanan gift wrapping dan layanan e-commerce.

Toys Kingdom juga menyediakan fasilitas member untuk pelanggan dan bisa menikmati keuntungan point setiap belanja Rp100 ribu.

Hingga tanggal 1 November, selama promo pembukaan Toys Kingdom di Manado Town Square (Mantos) tiga dapatkan uang kembali sebesar Rp20 ribu setiap belanja minimal Rp300 ribu, dn diskon hingga 50 persen serta beli satu dapat satu, dan bagi member akan dapat diskon 10 persen.

"Ini semua kami hadirkan untuk masyarakat Kota Manado," jelas Nila.***3***




Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2024