Manado (ANTARA Sulut) - Pasangan calon wali kota dan wakil usungan Gerindra dan Hanura, Harley "Ai" Mangindaan dan Jemmy Asiku (AiJA) menunjukan kedisplinannya dengan datang ke KPU Manado tepat waktu. 

     "Disiplin adalah kunci sukses, dan datang tepat waktu untuk ikut sosialisasi serta rapat di KPU adalah bentuk kesiplinan kami," kata calon Wali kota Harley Mangindaan, diamini oleh calon wakilnya Jemmy Asiku. 

     Datang menghadiri sosialisasi tentang peraga kampanye, pasangan Ai-JA antusias menyimak semua penjelasan dari para komisioner KPU Manado.      
  
     Menurut JA, agenda yang dijadwalkan mulai pukul 13.30 Wita, dan keduanya tiba 15 menit sebelum acara dimulai, setelah acara berjalan kandidat lainnya menyusul muncul yakni Jimmy Rimba Rogi dan Boby Daud, lalu setengah jam kemudian hadir  pasangan G.S Vicky Lumentut dan Mor Bastian. 

    "Wah  cuma  Pak Ai dan Pak JA yang tepat waktu," kata Ketua KPU Manado Eugenis Paransi. 

    Puluhan warga yang menyambangi  gedung KPU juga menyampaikan kekaguman mereka pada pasangan yang mengusung slogan  siap bersama melayani  masyarakat dengan jujur dan bebas  korupsi,  kolusi dan nepotisme  (KKN) itu.  

    "Ohhhhhh.... itu kan ala bisa karena biasa, dorang dua so kase tunjung contoh bagus, bagaimana  menghargai waktu dan undangan, jadi torang yakin dorang dua boleh diandalkan pimpin Manado," ungkap Erwin Sangkoy, warga Kampet Banjer. 

     Markus Sugeng, salah satu aktivis pemuda menyebut  Manado untuk soal disilpin dan etos kerja terbilang rendah.
    
     "Disiplin dan etos kerja kita di sini cukup buruk, bagaimana cara mengubahnya mulai dari pemimpinnya, kalau  pemimpinnya memberikan contoh yang baik, yang lain akan mengikuti, " katanya. 

     Dia mengatakan, melihatnya pada diri pasangan Ai-JA, dan yakin keduanya bisa melakukannya sambil mengajak untuk sama membudayakan disiplin bersama Ai-JA. 

     Sementara Ketua  Relawan Penggerak Hati Nurani, Boby Roere membenarkan pernyataan Markus Sugeng tersebut. 

     "Salah satu alasan kami mendukung keduanya karena pertimbangan itu, baik Ai, Maupun JA sudah terbiasa dengan budaya disiplin, hasil yang diperoleh juga pasti lebih baik,"  ucapnya, didampingi Sekretaris Relawan Penggerak Hati Nurani, Yusak Walo dan Bendahara Vera Mentang. 


Pewarta : Joyce Bukarakombang
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2025