BKKBN Sulut optimalkan Kampung KB percepat turunkan angka stunting
Kamis, 22 Agustus 2024 4:36 WIB
Kepala Perwakilan BKKBN Sulut, D Tino Tandaju. ANTARA/HO-BKKBN.
Manado (ANTARA) - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara mengoptimalkan peran Kampung Keluarga Berkualitas untuk mempercepat penurunan angka stunting di daerahnya.
"Salah satu permasalahan yang menjadi fokus saat ini adalah tingginya prevalensi stunting anak balita. Karena itu, BKKBN menginisiasi pelaksanaan orientasi pengelolaan Kampung KB untuk mempercepat penurunan angka stunting tersebut," kata Kepala Perwakilan BKKBN Sulut, D Tino Tandaju di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Rabu.
Dia menjelaskan, Kementerian PPN/Bappenas telah melakukan pemutakhiran target prevalensi stunting nasional dan provinsi Sulawesi Utara targetnya adalah 19 persen di tahun 2024 dan 5,9 persen di tahun 2045.
Angka prevalensi stunting di provinsi berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa tersebut sebesar 21,3 persen atau naik 0,8 persen dari tahun 2022 sebesar 20,5 persen.
"Kami berharap pemahaman masyarakat terkait ketahanan keluarga dan percepatan penurunan stunting dapat diteruskan kepada warga lainnya," ajaknya.
Staf ahli Bupati Bidang Pemerintah Politik dan Hukum Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Santoro menyebutkan, Desa Duini meraih penghargaan terbaik pertama Rumah Data Kependudukan Konvensional Tingkat Provinsi Sulut.
"Prestasi ini hendaknya memberikan motivasi kepada seluruh desa untuk memberikan penguatan Kampung KB berkualitas, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting di desa," ujarnya.
Dia berharap, koordinasi lintas sektor terkait penurunan stunting harus diperkuat, begitupun dengan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan program tersebut.
Dia mengatakan, orientasi pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dalam rangka percepatan penurunan stunting dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensi para pengelola KB, dan sebagai acuan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
"Salah satu permasalahan yang menjadi fokus saat ini adalah tingginya prevalensi stunting anak balita. Karena itu, BKKBN menginisiasi pelaksanaan orientasi pengelolaan Kampung KB untuk mempercepat penurunan angka stunting tersebut," kata Kepala Perwakilan BKKBN Sulut, D Tino Tandaju di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Rabu.
Dia menjelaskan, Kementerian PPN/Bappenas telah melakukan pemutakhiran target prevalensi stunting nasional dan provinsi Sulawesi Utara targetnya adalah 19 persen di tahun 2024 dan 5,9 persen di tahun 2045.
Angka prevalensi stunting di provinsi berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa tersebut sebesar 21,3 persen atau naik 0,8 persen dari tahun 2022 sebesar 20,5 persen.
"Kami berharap pemahaman masyarakat terkait ketahanan keluarga dan percepatan penurunan stunting dapat diteruskan kepada warga lainnya," ajaknya.
Staf ahli Bupati Bidang Pemerintah Politik dan Hukum Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Santoro menyebutkan, Desa Duini meraih penghargaan terbaik pertama Rumah Data Kependudukan Konvensional Tingkat Provinsi Sulut.
"Prestasi ini hendaknya memberikan motivasi kepada seluruh desa untuk memberikan penguatan Kampung KB berkualitas, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting di desa," ujarnya.
Dia berharap, koordinasi lintas sektor terkait penurunan stunting harus diperkuat, begitupun dengan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan program tersebut.
Dia mengatakan, orientasi pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dalam rangka percepatan penurunan stunting dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensi para pengelola KB, dan sebagai acuan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Puluhan jenderal polisi Kawanua pulang kampung jadi duta antinarkotika Sulut
05 August 2025 5:56 WIB
Relawan PLN beri bantuan pendidikan-kesehatan warga Kampung Pemulung Jurang Mangu Timur
13 November 2024 13:03 WIB, 2024
Prabowo ingin bangun kampung haji di Makkah memudahkan jemaah Indonesia
03 November 2024 6:35 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BMKG: Tiga kabupaten di Sulut berpotensi hujan lebat disertai angin kencang
06 February 2026 22:33 WIB
Badan Geologi minta masyarakat dan wisatawan tidak dekati kawah Gunung Lokon
06 February 2026 5:52 WIB
Insiden siswa SD bunuh diri karena tak mampu beli buku jadi atensi Presiden
05 February 2026 5:41 WIB