Manado (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tahuna, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara menghasilkan karya alat musik dalam mendukung melestarikan seni budaya daerah itu.

Kepala Lapas Tahuna Suharno, ketika dihubungi dari Manado, Kamis, mengatakan alat musik tersebut string bass, keroncong, gitar biasa dan gitar listrik.

"Sejumlah produk itu dibuat warga binaan pemasyarakatan dengan dukungan petugas Lapas Tahuna," kata dia.

Menurut Suharno alat musik string bass, merupakan salah satu alat musik dalam mendukung seni budaya Sangihe yaitu "Empat Wayer".

Setelah tampil di masyarakat, alat-alat musik tersebut yakni string bass betul-betul dikagumi kelompok seni budaya di Sangihe.

Alat musik itu dikagumi dan diminati seni kelompok tersebut dan membeli hasil karya warga binaan itu.

Alat tersebut dijual dengan harga yang terjangkau, karena semata-mata untuk mendukung kelestarian seni budaya daerah.

"Terdapat lima kelompok seni membeli produk dari warga binaan ini," katanya.

Dia mengatakan warga binaan di Lapas tersebut mendapatkan pelatihan dalam pembuatan alat musik seperti string bass, gitar, keroncong.

Berharap melalui pelatihan tersebut, para narapidana setelah bebas, mempunyai keahlian dalam pembuatan alat musik.

 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lapas Tahuna hasilkan alat musik dukung lestarikan seni budaya

Pewarta : Jorie MR Darondo
Editor : Hence Paat
Copyright © ANTARA 2024