Kabupaten Kepulauan Sitaro (ANTARA) - Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) masih menunggu jawaban Badan Geologi Bandung terkait pemulangan pengungsi yang dievakuasi beberapa pekan lalu akibat bahaya guguran lava pijar Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

"Kami masih menunggu jawaban atas usulan tersebut, mudah-mudahan segera mendapat jawabannya," kata Ketua Pos PGA Karangetang, Yudia P Tatipang di Manado, Rabu.

Ia mengatakan, usulan tersebut sudah dikirimkan Pos PGA Karangetang sejak Selasa (15/8) malam.

"Pertimbangan teknis adalah sejak beberapa hari belakangan ini frekuensi guguran lava di Gunung Karangetang cenderung menurun. Jadi kita tunggu saja," katanya.

Meski begitu, dia berharap warga tetap mematuhi rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk tidak memasuki radius bahaya yang disarankan.

Apalagi, kata Yudia P Tatipang, hingga saat ini status Gunung Karangetang masih berada pada siaga level tiga.

Sebelumnya, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sonny Belseran mengatakan, setelah dievakuasi pada beberapa pekan lalu, sebanyak 39 kepala keluarga dari dua kelurahan masih berada di pengungsian.

Koordinasi dengan petugas Pos PGA Karangetang, untuk memulangkan warga harus dikoordinasi kembali dengan Badan Geologi Kementerian ESDM.

Pengungsi dari Kelurahan Tatahadeng sebanyak 17 KK atau 49 jiwa, terdiri dari warga lansia sebanyak sembilan orang, dewasa (24 orang), anak-anak (13 orang) dan balita (tiga orang), mereka diungsikan ke Gereja GMIST Tualage Ruata Basaha.

Sementara dari Kelurahan Tarorane sebanyak 22 KK atau 55 jiwa, terdiri dari tujuh orang lansia, dewasa (37 orang), anak-anak (sembilan orang) dan balita (dua orang) diungsikan ke Gereja GMIST Bukit Zaitun Tampungan, demikian Sonny Belseran.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pulangkan pengungsi, Pos PGA Karangetang tunggu jawaban Badan Geologi

Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Hence Paat
Copyright © ANTARA 2024