LDR Perbankan Sulut Turun
Sabtu, 20 Desember 2014 11:22 WIB
Luctor Tapiheru (1)
Manado, 20/12 (AntaraSulut) - Kepala Lantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Luctor Tapiheru mengatakan, Loan to Deposit Rasio (LDR) perbankan di provinsi tersebut hingga Oktober 2014 mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya.
"Posisi LDR perbankan Sulut pada Oktober 2014 mencapai 129,22 persen jika dibandingkan posisi yang sama tahun lalu 131,70 persen, artinya masih terjadi capital inflow atau dana dari luar Sulut turun sebesar 1,88 persen," kata Luctor di Manado, Sabtu.
Luctor mengatakan LDR adalah perbandingan antara penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).
"Hal ini menandakan penyaluran kredit oleh perbankan di daerah tersebut, khususnya bank umum terus meningkat, yakni lebih besar dibandingkan penghimpunan dana masyarakat," ujarnya.
Peningkatan LDR tersebut, katanya, karena kredit perbankan di Sulut tumbuh lebih tinggi ketimbang DPK, secara year on year (YoY).
"Penyaluran kredit Oktober 2014 capai Rp25,27 triliun, sementara penghimpunan dana masyarakat Rp19,56 triliun," ungkap Luctor.
LDR sebesar 129,22 persen tersebut, menandakan bahwa penyaluran kredit kepada masyarakat lebih tinggi ketimbang dana terhimpun dari masyarakat atau DPK.
"Sebagian perbankan beroperasi di daerah ini harus memasok dana dari luar Sulut, untuk memenuhi permintaan kredit sektor riil di daerah ini yang makin tinggi," jelasnya.
Perkembangan LDR perbankan Sulut, sejak beberapa tahun terakhir ini terus menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, katanya.
Total aset perbankan Sulut per Okrober 2014 sebesar Rp33,72 triliun meningkat 17,18 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama hanya Rp28,78 triliun.***2***
(T.K005/B/O001/O001) 20-12-2014 11:22:19
"Posisi LDR perbankan Sulut pada Oktober 2014 mencapai 129,22 persen jika dibandingkan posisi yang sama tahun lalu 131,70 persen, artinya masih terjadi capital inflow atau dana dari luar Sulut turun sebesar 1,88 persen," kata Luctor di Manado, Sabtu.
Luctor mengatakan LDR adalah perbandingan antara penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).
"Hal ini menandakan penyaluran kredit oleh perbankan di daerah tersebut, khususnya bank umum terus meningkat, yakni lebih besar dibandingkan penghimpunan dana masyarakat," ujarnya.
Peningkatan LDR tersebut, katanya, karena kredit perbankan di Sulut tumbuh lebih tinggi ketimbang DPK, secara year on year (YoY).
"Penyaluran kredit Oktober 2014 capai Rp25,27 triliun, sementara penghimpunan dana masyarakat Rp19,56 triliun," ungkap Luctor.
LDR sebesar 129,22 persen tersebut, menandakan bahwa penyaluran kredit kepada masyarakat lebih tinggi ketimbang dana terhimpun dari masyarakat atau DPK.
"Sebagian perbankan beroperasi di daerah ini harus memasok dana dari luar Sulut, untuk memenuhi permintaan kredit sektor riil di daerah ini yang makin tinggi," jelasnya.
Perkembangan LDR perbankan Sulut, sejak beberapa tahun terakhir ini terus menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, katanya.
Total aset perbankan Sulut per Okrober 2014 sebesar Rp33,72 triliun meningkat 17,18 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama hanya Rp28,78 triliun.***2***
(T.K005/B/O001/O001) 20-12-2014 11:22:19
Pewarta :
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina Corporate Wellness 2025, perwira diajak konsisten jalani hidup sehat
10 February 2026 19:37 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Pertamina Corporate Wellness 2025, perwira diajak konsisten jalani hidup sehat
10 February 2026 19:37 WIB