KNKT Analisa Penyebab Pesawat Jatuh Di Minut
Sabtu, 6 Desember 2014 9:34 WIB
KNKT pusat analisa serpihan pesawat yang ditemukan saat pertama kali jatuh d Pantai Kema Minahasa Utara, Sabtu (6/12). (1)
Minahasa Utara, 6/12 (Antara Sulut) - Komite Nasional Keselamatan Transport (KNKT) menganalisa penyebab pesawat Elang Nusantara Air yang jatuh di perairan laut Minahasa Utara pada Selasa (2/12) lalu.
"Kedatangan mereka untuk menganalisa dan meneliti sebab akibat jatuhnya pesawat swasta itu," kata Deputi Operasi Basarnas Tatang Zainudin, di Minahasa Utara, Sabtu.
Personil KNKT yang berjumlah dua orang itu tiba Sabtu pagi di lokasi Bakorkamla Kema Minahasa Utara pusat operasi pencarian korban dan bangkai pesawat.
Analisa yang dilakukan KNKT itu, dimulai dari serpihan pesawat yang ditemukan pada hari pertama musibah jatuhnya pesawat Elang Nusantara Air nomor seri PK ELR type Thrush 510 yang menghilangkan dua korban Pilot Ronny Jastril dan Mesinis Fian Sophian.
Terlepas dari analisa jatuhnya pesawat oleh tim KNKT, Tatang Z mengaku proses evakuasi dan pencarian korban serta bangkai pesawat tetap berjalan sebagaimana mestinya.
"Semuanya kita intensifkan, persiapan penyelaman dan operasioanl alat pendeteksi bawah laut sudah berjalan. Mudah-mudahan membuahkan hasil," katanya.
Tim gabungan kata dia, dikerahkan penuh dalam proses ini.
"Kedatangan mereka untuk menganalisa dan meneliti sebab akibat jatuhnya pesawat swasta itu," kata Deputi Operasi Basarnas Tatang Zainudin, di Minahasa Utara, Sabtu.
Personil KNKT yang berjumlah dua orang itu tiba Sabtu pagi di lokasi Bakorkamla Kema Minahasa Utara pusat operasi pencarian korban dan bangkai pesawat.
Analisa yang dilakukan KNKT itu, dimulai dari serpihan pesawat yang ditemukan pada hari pertama musibah jatuhnya pesawat Elang Nusantara Air nomor seri PK ELR type Thrush 510 yang menghilangkan dua korban Pilot Ronny Jastril dan Mesinis Fian Sophian.
Terlepas dari analisa jatuhnya pesawat oleh tim KNKT, Tatang Z mengaku proses evakuasi dan pencarian korban serta bangkai pesawat tetap berjalan sebagaimana mestinya.
"Semuanya kita intensifkan, persiapan penyelaman dan operasioanl alat pendeteksi bawah laut sudah berjalan. Mudah-mudahan membuahkan hasil," katanya.
Tim gabungan kata dia, dikerahkan penuh dalam proses ini.
Pewarta : Oleh Melky Rudolf Tumiwa
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi menunggu analisa forensik wajah di video asusila mirip Gisel
24 November 2020 20:57 WIB, 2020
Terpopuler - Sulut Update
Lihat Juga
Peringatan Merah Putih, Gubernur: Jangan biarkan api patriotisme ini redup
15 February 2026 5:17 WIB