Manado (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara melakukan penguatan moderasi beragama kepada para siswa di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

"Kita harus bangga dengan agama kita masing-masing," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulut Sarbin Sehe di Tahuna, Jumat (9/6).

Ia menjelaskan bahwa orang harus bersikap moderat dalam cara pandang, pikiran, dan perasaan.

Negara, kata dia, memberikan ruang yang sama setiap umat beragama untuk terus meningkatkan kualitas beragama, ketakwaan, dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sesuai dengan ajaran agama yang mereka anut.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia mengedepankan nilai-nilai agama dalam membentuk karakter setiap anggota masyarakat.

Nilai-nilai beragama, kata dia, memiliki peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ia menyebut agama menjadi luar biasa karena suatu negara dikatakan baik ketika dipengaruhi oleh nilai agama.

Ia juga mengemukakan tentang komitmen beragama, di mana semua warga memiliki agama yang diyakini dan ajaran yang dijalankan.

Pada kesempatan itu, Sarbin Sahe juga mengatakan bahwa SMK Negeri I Tahuna sebagai sekolah yang membentuk para siswa memiliki karakter khusus untuk persiapan menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Mereka, kata dia, juga dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, teori, dan praktik yang memadai agar siap masuk dalam dunia kerja.

Ia berharap, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Pendidikan Agama Islam di sekolah itu untuk terus membumikan semangat moderasi beragama dalam aspek kehidupan kepada para siswa.

"Agar lahir karakter saling menghormati dan menghargai tertanam sejak dini bagi anak didik sehingga masa depan bangsa Indonesia dapat terpelihara dan menghasilkan anak yang moderat," kata dia.


Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2024