Manado (ANTARA) - Perum Bulog Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) berupaya terus menjaga stabilitas harga beras di daerah tersebut.

"Selaku perusahaan milik negara yang ditugaskan untuk menjaga ketahanan pangan beras, kami juga berupaya agar harga tetap stabil di sentra perdagangan," kata Pemimpin Wilayah Bulog Sulut dan Gorontalo Ali Ahmad Najih Amsari, di Manado, Sabtu.

Dia mengatakan sehingga pihaknya menyalurkan beras baik ke rumah pangan kita (RPK) juga ke semua pasar tradisional di Sulut.

"Hal ini dilakukan, agar masyarakat dengan mudah mendapatkan beras dengan harga terjangkau," jelasnya.

Bulog, katanya, menjaga stabilisasi harga beras di tingkat konsumen sehingga masyarakat dapat menjangkau harga tersebut.

Ia menjamin stok beras di daerah tersebut dengan ketahanan hingga empat bulan ke depan atau sampai April 2023.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok beras di gudang Bulog baik di Bitung, Bolaang Mongondouw, dan wilayah kepulauan mampu memenuhi permintaan masyarakat," jelasnya.

Walaupun stok hingga empat bulan ke depan, pihaknya akan terus memasok beras, baik serapan lokal maupun dari luar daerah.

Perum Bulog dalam menjaga ketahanan pangan, dalam hal ini beras, juga menjual secara komersial minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu.

Begitu pula dengan stok beras di wilayah kepulauan Sulut, yakni Sitaro, Sangihe, dan Talaud, dengan ketahanan yang sama selama empat bulan ke depan.


Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Hence Paat
Copyright © ANTARA 2024