Nelayan Sulut makin sejahtera
Selasa, 10 Juni 2014 12:39 WIB
Nelayan di Sulut makin sejahtera tercermin dari NTP yang di atas angka 100. (1)
Manado, 10/6 (AntaraSulut) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Faizal Anwar mengatakan nelayan di daerah tersebut makin sejahtera menyusul Nilai Tukar Petani (NTP) di sektor perikanan naik 0,39 persen ke angka indeks 104,71 di Mei 2014.
"NTP sub sektor perikanan di bulan Mei 2014 sebesar 104.71 naik 0,39 persen jika dibandingkan bulan April hanya 104.30," kata Faizal di Manado, Selasa.
Peningkatan ini terjadi, kata Faizal karena indeks diterima nelayan selama Mei naik sebesar 0,21 persen sedangkan yang dibayar nelayan justru turun 0,18 persen.
"Besarnya indeks diterima atau pendapatan nelayan dipengaruhi oleh menurunnya indeks harga-harga bahan konsumsi rumah tangga petani dimana secara umum turun sebesar 0,38 persen," jelasnya.
Peningkatan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal nelayan sebesar 0,29 persen telah mengakibatkan nilai tukar usaha petani sub sektor ini bergerak turun sebesar 0,07 persen.
Perubahan terjadi pada indeks konsumsi rumah tangga lebih didominasi oleh menurunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan 0,76 persen, kelompok makanan jadi turun 0,11 persen dan kelompok sandang turun 0,18 persen.
Sedangkan yang menunjukkan peningkatan yakni kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,07 persen, kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,44 persen.
NTP sub sektor ini berada di atas angka 100, mengindikasikan bahwa kondisi secara umum nelayan di Sulut makin sejahtera, katanya.*
"NTP sub sektor perikanan di bulan Mei 2014 sebesar 104.71 naik 0,39 persen jika dibandingkan bulan April hanya 104.30," kata Faizal di Manado, Selasa.
Peningkatan ini terjadi, kata Faizal karena indeks diterima nelayan selama Mei naik sebesar 0,21 persen sedangkan yang dibayar nelayan justru turun 0,18 persen.
"Besarnya indeks diterima atau pendapatan nelayan dipengaruhi oleh menurunnya indeks harga-harga bahan konsumsi rumah tangga petani dimana secara umum turun sebesar 0,38 persen," jelasnya.
Peningkatan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal nelayan sebesar 0,29 persen telah mengakibatkan nilai tukar usaha petani sub sektor ini bergerak turun sebesar 0,07 persen.
Perubahan terjadi pada indeks konsumsi rumah tangga lebih didominasi oleh menurunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan 0,76 persen, kelompok makanan jadi turun 0,11 persen dan kelompok sandang turun 0,18 persen.
Sedangkan yang menunjukkan peningkatan yakni kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,07 persen, kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,44 persen.
NTP sub sektor ini berada di atas angka 100, mengindikasikan bahwa kondisi secara umum nelayan di Sulut makin sejahtera, katanya.*
Pewarta :
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026