Manado (ANTARA) - Direktur Utama PT Jasamarga Manado-Bitung Florysco Partogi Siahaan mengatakan ada dua area istirahat yang dibangun di ruas tol Manado-Bitung, Provinsi Sulawesi Utara.
"Sementara dalam proses pembangunan, mudah-mudahan bisa diselesaikan pada bulan Oktober mendatang," kata dia di Manado, Kamis.
Area istirahat dibangun tersebut di kilometer 17 untuk arah Manado ke Bitung dan kilometer 3 arah Bitung ke Manado.
Di area ini akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung, seperti area parkir, toilet, hingga masjid dan nantinya dikelola oleh anak perusahaan PT Jasa Marga.
Selain itu, dibangun POM bensin portabel serta toko swalayan sambil memperhitungkan kebutuhan yang masih terbatas.
"Pengembangan 'rest area' (area istirahat) ini pasti akan diperhitungkan secara matang rencana bisnisnya. Apabila kebutuhannya tinggi, pasti akan ada peningkatan," ujarnya.
Sejauh ini, kata Florysco, progres fisik pembangunan area istirahat di tol dengan panjang bentangan 38,9 kilometer tersebut telah mencapai sekitar 70 persen.
"Untuk area komersialnya akan ada tenant atau penyewa yang juga disesuaikan dengan kebutuhan agar tidak membebani biaya operasi," ujarnya.
Pembangunan tol terpanjang di Sulawesi tersebut selain menjadi infrastruktur pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Hubport Bitung juga diharapkan menjadi penyokong KEK Pariwisata Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.
"Sementara dalam proses pembangunan, mudah-mudahan bisa diselesaikan pada bulan Oktober mendatang," kata dia di Manado, Kamis.
Area istirahat dibangun tersebut di kilometer 17 untuk arah Manado ke Bitung dan kilometer 3 arah Bitung ke Manado.
Di area ini akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung, seperti area parkir, toilet, hingga masjid dan nantinya dikelola oleh anak perusahaan PT Jasa Marga.
Selain itu, dibangun POM bensin portabel serta toko swalayan sambil memperhitungkan kebutuhan yang masih terbatas.
"Pengembangan 'rest area' (area istirahat) ini pasti akan diperhitungkan secara matang rencana bisnisnya. Apabila kebutuhannya tinggi, pasti akan ada peningkatan," ujarnya.
Sejauh ini, kata Florysco, progres fisik pembangunan area istirahat di tol dengan panjang bentangan 38,9 kilometer tersebut telah mencapai sekitar 70 persen.
"Untuk area komersialnya akan ada tenant atau penyewa yang juga disesuaikan dengan kebutuhan agar tidak membebani biaya operasi," ujarnya.
Pembangunan tol terpanjang di Sulawesi tersebut selain menjadi infrastruktur pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Hubport Bitung juga diharapkan menjadi penyokong KEK Pariwisata Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.