Bogor (ANTARA) - Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan Pancasila dalam sudut pandang ekonomi pada sila kelima yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan salah satu fundamental ekonomi bagi bangsa Indonesia.

"Apalagi di tengah tantangan pandemi dan era disrupsi saat ini dengan hadirnya gelombang digitalisasi yang mengubah model bisnis, jenis pekerjaan, hingga aktivitas masyarakat," kata Erick Thohir saat menghadiri silaturahmi nasional (silatnas) bidang sayap dan badan DPP Partai NasDem bertajuk "Kita Pancasila: Pancasila Menjawab Tantangan Zaman" di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Kamis.

Menurutnya, pada era disrupsi dan situasi pandemi saat ini terjadi perubahan mendasar, salah satunya pada rantai pasok. Pancasila, lanjutnya, menjadi dasar utama bagi BUMN dalam menjaga keseimbangan ekonomi bangsa.

Indonesia, kata dia, bukan seperti Amerika Serikat (AS) yang tidak mempunyai BUMN lantaran menganut kapitalisme dan pasar yang terbuka, tapi model BUMN Indonesia juga bukan seperti di China atau negara-negara Timur Tengah.

"Saat ditanya ADB dan World Bank, saya jawab Indonesia jelas fondasi negaranya demokrasi, jadi model yang diterapkan mirip negara-negara Skandinavia seperti Swedia, Norwegia, Finlandia, di mana BUMN tetap ada sebagai korporasi yang sehat, bukan korporasi yang sakit," ungkap Erick Thohir.



Dia menjelaskan model BUMN ini merupakan penyeimbang saat negara membutuhkan, dengan melakukan intervensi saat pasar tengah bergejolak. Dia mencontohkan, intervensi dilakukan BUMN untuk untuk menekan harga masker pada awal pandemi hingga menekan harga minyak goreng.

"Akhirnya World Bank menulis peran BUMN di Indonesia memang diperlukan, tentu dengan korporasi yang sehat sehingga bisa menjaga keseimbangan. Ini yang saya lihat Pancasila dalam konteks ekonomi," kata Erick Thohir.

Pada kesempatan tersebut Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa yang paling efektif.

Menurut Surya, dengan keberagaman suku dan agama para pendiri bangsa dapat menemukan sebuah ideologi bangsa yang mampu menyatukan seluruh masyarakat Indonesia.

"Kekuatan Pancasila dari sila pertama hingga sila kelima seharusnya menjadi dasar-dasar pemikiran dan kehidupan kita," ucap Surya.

Surya mendorong pemahaman Pancasila juga dapat semakin intensif dikenalkan kepada generasi muda sebagai pandangan bangsa. Pancasila, kata dia, merupakan kekuatan utama bangsa dalam menangkal ideologi-ideologi lain yang mengancam keutuhan negara.

"Esensi dari Pancasila sangat kita butuhkan. Sayang kalau tidak dijalankan dan kita akan mengalami ancaman moral, kita akan kehilangan Indonesia yang kita banggakan hari ini," kata Surya.


 

Pewarta : Riza Harahap
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2024