58 Siswa tidak ikut UN hari pertama
Kamis, 18 April 2013 19:43 WIB
Ilustrasi - Ujian Nasional (UN) SMA/SMK sederajat hari kedua. (Foto Humas Pemkot Manado/Guntur) (.)
Manado, (ANTARA Sulut) - Dinas Pendidikan Kota Manado menyatakan, sebanyak 58 siswa yang tidak ikut ujian nasional (UN) tingkat nasional, di hari pertama.
"Siswa yang tak ikut tersebut 16 orang izin sakit, tanpa berita 42 orang dan 23 orang drop out (DO) dari sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Manado Dante Tombeg di Manado, Kamis.
Menurut Dante, siswa yang tidak ikut ujian di hari pertama itu sebenarnya hanya sekitar 0,75 persen dari keseluruhan jumlah siswa, tetapi hal tersebut tetap saja mempengaruhi target yang ditetapkan pemerintah.
"Tetapi karena kami menargetkan kelulusan 100 persen, tentu saja jumlah tersebut tetap saja berpengaruh, walupun tentu saja kami juga tidak mengabaikan kualitas," kata Dante.
Karena itu ia mengatakan, siswa yang tak ikut ujian karena sakit, tanpa berita dan DO mendapat kesempatan untuk mengikuti ujian ulang pada pekan depan, mengikuti jadwal yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Manado.
Dante mengatakan, jumlah siswa yang tidak ikut ujian itu sudah termasuk SMA, MA dan SMK, di Manado baik swasta maupun negeri dari 7.674 orang yang terdaftar di Dinas Pendidikan Manado.
Dante berharap jumlah siswa yang absen pada hari kedua bisa berkurang dari sebelumnya, dan yang tanpa berita bisa muncul, dan bisa mengikuti ujian susulan supaya bisa menamatkan pendidikannya di SMA sederajat.
Menurut Dante sebenarnya pemerintah sangat berharap agar pelaksanaan ujian nasional di tingkat nasional itu bisa diikuti oleh yang sudah terdaftar sebagai peserta, tetapi ternyata saat pelaksanaan, ada juga tidak ikut tanpa berita.
"Siswa yang tak ikut tersebut 16 orang izin sakit, tanpa berita 42 orang dan 23 orang drop out (DO) dari sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Manado Dante Tombeg di Manado, Kamis.
Menurut Dante, siswa yang tidak ikut ujian di hari pertama itu sebenarnya hanya sekitar 0,75 persen dari keseluruhan jumlah siswa, tetapi hal tersebut tetap saja mempengaruhi target yang ditetapkan pemerintah.
"Tetapi karena kami menargetkan kelulusan 100 persen, tentu saja jumlah tersebut tetap saja berpengaruh, walupun tentu saja kami juga tidak mengabaikan kualitas," kata Dante.
Karena itu ia mengatakan, siswa yang tak ikut ujian karena sakit, tanpa berita dan DO mendapat kesempatan untuk mengikuti ujian ulang pada pekan depan, mengikuti jadwal yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Manado.
Dante mengatakan, jumlah siswa yang tidak ikut ujian itu sudah termasuk SMA, MA dan SMK, di Manado baik swasta maupun negeri dari 7.674 orang yang terdaftar di Dinas Pendidikan Manado.
Dante berharap jumlah siswa yang absen pada hari kedua bisa berkurang dari sebelumnya, dan yang tanpa berita bisa muncul, dan bisa mengikuti ujian susulan supaya bisa menamatkan pendidikannya di SMA sederajat.
Menurut Dante sebenarnya pemerintah sangat berharap agar pelaksanaan ujian nasional di tingkat nasional itu bisa diikuti oleh yang sudah terdaftar sebagai peserta, tetapi ternyata saat pelaksanaan, ada juga tidak ikut tanpa berita.
Pewarta : Oleh Joyce Bukarakombang
Editor : Guntur Bilulu
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Insiden siswa SD bunuh diri karena tak mampu beli buku jadi atensi Presiden
05 February 2026 5:41 WIB
Perusahaan otomotif dukung pendidikan vokasi siswa SMK di Sulut-Gorontalo
17 November 2025 18:45 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Rakercab DPC ADAKSI Unima dorong dosen berintegritas-berdaya saing digital
17 February 2026 18:51 WIB