Manado (ANTARA) - Tokoh Masyarakat Minahasa Marlein Lalamentik memaknai hari lahir Pancasila dengan bersama-sama berupaya memutus mata rantai penyebaran pandemi COVID-19 di daerah tersebut.

"Mari sama-sama kita bergotong-royong mendukung pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19," kata Marlein, di Minahasa, Selasa.

Marlein mengatakan di Hari Lahir Pancasila ini, meskipun tahun tidak rayakan semeriah sebelumnya, namun bukan berarti semangat Pancasila juga dilupakan, tapi justru di tengah kondisi ini jiwa patriotisme dan kepancasilaan tetap menjadi pegangan dalam berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Pada momentum Hari Lahir Pancasila pada tahun 2021 dilaksanakan tidak seperti biasanya, katanya, karena kondisi negara masih berada pada situasi pandemi COVID-19.

"Mari memaknai kondisi ini dengan bergotong-royong semua elemen masyarakat untuk perangi Virus Corona, dan bagaimana komitmen bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut," kara Marlein yang juga sebagai Hukum Tua Desa Wasian, Kakas Barat.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memasang Bendera Merah Putih di depan rumah sebagai tanda peringatan Hari Lahir Pancasila.

Bupati Minahasa Royke Roring mengajak kepada seluruh masyarakat agar pada Hari Lahir Pancasila tahun ini untuk bahu-membahu dan juga bergotong royong dalam memerangi dan memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni. Seperti tahun 2020, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini masih dalam suasana pandemi Covid-19, pemerintah melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021.
 

Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2024