Manado, (Antara News) - Musik bia, salah satu musik tradisional Sulawesi Utara (Sulut),  yang dimainkan sebanyak 339 pemain masuk dalam buku rekor dunia, Guinness World Record.

Permainan musik bia dilakukan  ratusan pemain dari Desa Batu Kecamatan Likupang Kabupaten Minahasa utara itu, pada Festival Watu Pinewetangan, di Desa Pinabetengan, Tompaso Kabupaten Minahasa, Sulut, Rabu.

Selain musik bia, juga masuk dalam buku rekor dunia yakni nasi jaha -makanan khas Sulut-  terpanjang dengan panjang delapan kilometer dan kain tenun motif terpanjang dengan panjang 100 meter.

Penyerahan  ketiga penghargaan rekor dunia tersebut diberikan Aleksandr Vypirailenko dari Guinness World Record kepada Benny Mamoto, Ketua Institut Seni Budaya Sulawesi Utara (ISBSU).

Benny Mamoto mengatakan, pencapaian tiga rekor dunia tersebut merupakan salah satu upaya dalam memperkenalkan potensi wisata di Sulut.

"Langkah ini juga untuk mempromosikan kekayaan seni budaya Sulut di pentas dunia," kata Mamonto juga pemrakarsa kegiatan tersebut.

Mamoto mengatakan masuknya ketiga jenis tersebut dalam rekor dunia itu, karena memiliki kriteria dan kekhasannya masing-masing.

Musik bia yang dimainkan banyak orang, nasi jaha yakni nasi yang dikemas dalam bentuk sepanjang delapan kilometer, serta karya tenunan kain motif pinawetengan yang dikerjakan  secara manual selama tiga bulan dengan panjang 100 meter.

"Diharapkan kedepan akan terus dilakukan inovasi dan kreasi baru dalam memperkenalkan budaya yang dimiliki Sulut ke dunia internasional," katanya.

Selain dari Guinness World Record, ketiga jenis tersebut juga mendapatkan penghargaan dari  Museum Rekor dunia Indonesia (MURI) yang diberikan oleh  Paulus Pangka  kepada Benny Mamonto sebagai pemrakrsa kegiatan itu.

Pelaksanaan kegiatan itu dipusatkan pada dua tempat, untuk pegelaran musik bia di obyek wisata Watu Pinawetengan, sementara tenun kain dan nasi jaha di lokasi ISBSU semuanya di Desa Pinebetangan.

Nasi jaha terpanjang di dunia yang dikemas dalam bambu tersebut dipajang sepanjang  jalan masuk menuju Desa Pinabetengan, sehingga menarik warga yang datang ke lokasi itu.

Ribuan warga  datang dari berbagai kota dan kabupaten di Sulut di festival itu, untuk menyaksikan  langsung pemecahan rekor dunia tersebut.

Festival Pinawetengan tersebut juga menghadirkan berbagai atraksi seni budaya Sulut seperti kolintang, tari cakalele, serta kesenian  luar daerah yakni tari pendet dari Bali. (*)

Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026