Bitung Dan Minut Simpan Potensi Panas Bumi

Manado, (Antara Sulut) - Setelah dugaan cadangan minyak bumi di cekungan Sulawesi, Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Utara memetakan dua titik di Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung diduga menyimpan potensi panas bumi.

"Kami sudah menemukan adanya manifestasi atau penampakan awal yang mendukung bahwa di dua daerah tersebut bisa diteliti lebih jauh adanya kandungan panas bumi," kata Kepala Bidang Geologi, Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Utara, Kathreen Walukow, di Manado Rabu.

Dia menjelaskan, titik terduga kandungan panas bumi di Kabupaten Minahasa Utara berada di Airmadidi dan Likupang. Sedangkan di Kota Bitung berada di Gunung Dua Sudara.

"Memang sebelum dilanjutkan ke langkah penyelidikan harus ditemukan dulu manifestasi awal. Dan itu sudah kami jumpai," katanya.

Terduga cadangan panas bumi di Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, ujar Kathreen, sudah ditemukan kolam air panas di beberapa lokasi. Begitupun di Likupang yang masih harus dilakukan penyelidikan geofisika dan kimia.

"Indikasi awal di satu daerah ada kandungan panas bumi bila ditemukan adanya kolam atau telaga air panas, fumarol (kawah lubang di daerah vulkanis yang mengeluarkan gas bercampur uap) atau solfatara (gas belerang)," jelasnya.

Potensi cadangan panas bumi di Airmadidi atau di Likupang, ujar Kathreen, diperkirakan bisa menghasilkan listrik sekitar 25 megawatt. Di Gunung Dua Sudara bahkan diprediksi menyimpan kapasitas yang lebih besar yakni 125 megawatt.

"Memang yang jadi persoalan hingga saat ini adalah investor yang punya ketertarikan mengelola panas bumi. Sebelumnya sudah dibuka proses lelang di Kementerian ESDM, tapi belum ada yang berminat," katanya.

Selain di Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung, di Gunung Ambang, Kabupaten Bolaang Mongondouw diduga memiliki cadangan potensi sebesar 225 megawatt. Sedangkan di Kota Kotamobagu menyimpan 185 megawatt.

Hingga saat ini baru titik Panas Bumi Lahendong, Kota Tomohon, yang dioperasikan Pertamina untuk menyuplai listrik di Sulawesi Utara. Di titik ini diperkirakan menyimpan potensi sekitar 150 megawatt dan sudah dimanfaatkan sekitar 78 megawatt dengan kapasitas terpasang tiga kali 20 megawatt.

Sementara itu di Tompaso, Kabupaten Minahasa diperkirakan menyimpan cadangan energi panas bumi sekitar 130 megawatt.

Diperkirakan luas wilayah kerja pertambangan (WKP) titik panas bumi Lahendong dan Tompaso, ujar Kathreen, seluas 106,250 hektar.

"Mudah-mudahan ada investor yang tertarik mengelola potensi-potensi panas bumi yang ada di Sulawesi Utara," harapnya.