Senin, 21 Agustus 2017

Warga Tumaratas Keluhkan Penyadapan Getah Pinus

id Warga Tumaratas Keluhkan Penyadapan Getah Pinus
Warga Tumaratas Keluhkan Penyadapan Getah Pinus
Salah satu lokasi penyadapan getah pinus. (1)
Masalahnya adalah mereka sudah masuk sampai ke wilayah hutan lindung Soputan di Tumaratas. Artinya, mereka sudah melanggar izin yang diberikan, seperti yang tercantum dalam papan proyek. Ini harus segera dihentikan
Tondano (AntaraSulut) - Masyarakat di Desa Tumaratas Kecamatan Langowan Barat mengeluhkan dan mengecam keras proyek penyadapan getah pinus di areal hutan lindung Gunung Soputan.

Program yang dilaksanakan Kelompok Tani (Koptan) Rin Pamu Desa Tombasian Atas Kecamatan Kawangkoan Barat itu sudah melenceng hingga ke hutan lindung Gunung Soputan yang masuk wilayah Tumaratas.  

Salah satu tokoh masyarakat Tumaratas Hans Verry Wonte mengatakan proyek penyadapan getah pinus di wilayah hutan Desa Tombasian Atas dengan luas areal sekitar 240 hektar, sebagaimana tertulis dalam papan proyek yang ditemukan warga di wilayah hutan Tumaratas, tidak mereka menjadi masalah.

"Masalahnya adalah mereka sudah masuk sampai ke wilayah hutan lindung Soputan di Tumaratas. Artinya, mereka sudah melanggar izin yang diberikan, seperti yang tercantum dalam papan proyek. Ini harus segera dihentikan," tegasnya yang turut didukung warga lainnya Wandy Oroh, Benix Mewengkang dan Audy Husein.

Ia menyampaikan bahwa ketika proyek tersebut sudah menyentuh ribuan pohon pinus yang ada di atas 300 hektar hutan lindung wilayah Tumaratas Langowan, maka ini sudah menjadi persoalan masyarakat Tumaratas bahkan masalah terganggunya ekosistem lingkungan hidup. Sebab penyadapan getah pinus bisa mengakibatkan dampak pada matinya pohon pinus tersebut di kemudian hari.

"Bila itu terjadi, maka sumber air warga Tumaratas dan sekitarnya akan terganggu. Bukan hanya itu, Lood Sendow di Paslaten juga bisa kering karena pasokan airnya dari hutan Kelelondey dan Soputan. Air di Danau Tondano juga akan terganggu karena hulunya sebagian besar berasal dari hutan ini," tegasnya.

Untuk itu mereka meminta pihak terkait termasuk pemerintah, segera turun tangan menyikapi persoalan ini.

"Sekali lagi, kami tidak mempersoalkan proyek penyadapan getah pinus di wilayah Tombasian Atas. Kami permasalahkan adalah proyek itu sudah masuk ratusan hektare ke wilayah Langowan di Tumaratas. Jadi harus segera dihentikan. Karena kami masyarakat juga akan mengambil sikap untuk mencegah agar penyadapan getah pinus di wilayah Tumaratas ini tidak berlanjut," pungkasnya.

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga