Senin, 24 Juli 2017

Penyebab Miras, Kriminalitas di Minahasa Masih Tinggi

id Penyebab Miras, Kriminalitas di Minahasa Masih Tinggi
Penyebab Miras, Kriminalitas di Minahasa Masih Tinggi
Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair.(1)
Pemberantasan peredaran miras memang jadi prioritas kami, makanya saya minta warga agar berperan aktif untuk dapat melaporkan tempat-tempat jual beli miras illegal yang hingga kini meresahkan masyarakat
Tondano (AntaraSulut) - Impian banyak pihak guna mewujudkan Kabupaten Minahasa aman dan nyaman sepertinya belum sepenuhnya terjadi. Pasalnya, angka kriminalitas yang terjadi di Tanah Minahasa tergolong tinggi.
Dari data Polres Minahasa, tercatat sejak Januari hingga Juni 2017 telah terjadi sebanyak 411 kasus pidana yang dilaporkan ke Polres Minahasa.

"Kasus yang menonjol yaitu pidana penganiayaan, pengrusakan dan penipuan. Itu kasus yang dominan terjadi sejak awal tahun," urai Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair.

Sementara untuk kasus kecelakaan lalulintas, sebut Syamsubair, sepanjang tahun ini pihaknya menerima laporan sebanyak 24 kasus, dimana korban meninggal sebanyak delapan orang dan korban luka sebanyak16 orang.

"Ini harus disikapi bersama, makanya warga harus terus waspada maupun berhati-hati dalam berkendara," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Syamsubair, tingginya angka kriminalitas di Minahasa disebabkan beberapa faktor. Namun minuman keras (miras) diakui jadi biang utama yang mendominasi penyebab terjadinya berbagai kasus pidana dan bahkan kasus Lakalantas.

"Pemberantasan peredaran miras memang jadi prioritas kami, makanya saya minta warga agar berperan aktif untuk dapat melaporkan tempat-tempat jual beli miras illegal yang hingga kini meresahkan masyarakat," harapnya.

Dirinya meminta, masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Pasalnya, kejahatan cyber dengan menggunakan media sosial kini marak terjadi.

"Ada beberapa laporan yang masuk yaitu ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong (hoax). Masyarakat harus tahu bahwa sekarang sudah ada undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dalam pelaku kejahatan cyber terancam hukuman pidana," jelasnya.

Disisi lain, Kapolres mengakui, pihaknya intens melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir angka kriminalitas.

"Sebenarnya kita sudah melakukan upaya maksimal untuk menekan angka kriminalitas di daerah ini, salah satunya menggelar patroli rutin, tapi faktanya memang angka kriminalitas masih tinggi dan semuanya bermula dari miras" sentilnya.

Ditambahkannya, ke depan kinerja kepolisian akan lebih ditingkatkan guna menekan angka kriminalitas, melakukan pendekatan kepada masyarakat dan terus menggelar patroli rutin serta program lainnya.

"Harapan kami, dengan meningkatnya patroli polisi di wilayah hukum Polres Minahasa, maka tidak ada celah bagi penjahat untuk melakukan aksinya, sehingga secara otomatis kasus kriminalitas akan berkurang," pungkasnya.

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga