Jumat, 22 September 2017

Mahasiswi Korsel Belajar Bahasa Indonesia di Unima

id Mahasiswi Korsel Belajar Bahasa Indonesia di Unima
Mahasiswi Korsel Belajar Bahasa Indonesia di Unima
Tiga mahasiswi asal Korsel ketika diwawancarai Antara, di ruang Dekanat FBS Unima.(1)
Saya bangga karena kualitas pendidikan di Unima makin hari makin meningkat, salah satu contoh adalah terbukanya hubungan yang baik dengan Dong-A University Seoul-Korea. Ke depan bukan tidak mungkin ada mahasiswa Unima yang ke sana
Tondano (AntaraSulut) - Tiga mahasiswi asal Korea Selatan (Korsel) yakni Lee Gayoung dari Program Studi (Prodi) Sejarah, Jiong Yoon Ji Prodi Bahasa dan Budaya Korea dan An Dahye Prodi PAUD dari Dong-A University Seoul-Korea rela datang ke Universitas Negeri Manado (Unima) untuk belajar Bahasa Indonesia dan budaya. Hal ini dikatakan ketiga mahasiswi ini ketika bersua dengan wartawan Antara, di Fakultas Bahasa dan Seni, Kamis (13/7).

"Tujuan kami datang ke Unima dalam rangka mempelajari tentang Bahasa Indonesia maupun budaya di sini (Sulut), karena Bahasa Indonesia panjang dan banyak kosa katanya yang sulit. Selain itu, kami juga mau mengajarkan Bahasa Korea," tutur ketiganya kepada Antara.

Ketika ditanya kesan pertama tiba di Manado, ketiga mahasiswi ini menjawab, Manado sama modelnya dengan Pulau Jeju di Korsel, tempatnya luar biasa indah.

"Banyak pemandangan indah, orang-oranya juga ramah. Memang kalau di Korea jarang melihat situasi begini, karena semua orang sibuk dengan pekerjaan masing-masing," ungkap ketiga mahasiswi ini.

Lebih lanjut dikatakan ketiga mahasiswi ini, kunjungan mereka ke Unima hanya berlangsung dua minggu, dan saat tiba di Manado disambut dengan baik oleh pimpinan kampus Unima.

"Pastinya sangat menyenangkan datang ke Unima. Padahal ini kali pertama kami ke sini, sudah diterima serta semua kebutuhan dibantu pihak rektorat dan fakultas, yang pasti kami diterima dengan baik," ungkap mereka.

"Apalagi perjalanan ke Manado maupun ke mana sudah terorganisir semua. Kemarin saja kami diundang dalam pemilihan Nyong dan Nona Manado," jelas mereka.

Hal-hal yang perlu dibagikan bagi mahasiswa di Unima sendiri, kata ketiganya, harus lebih berpikir cepat dan tekun. Di Korea waktu itu berharga sekali, tapi di sini mahasiswanya pelan atau lambat ketika ingin kuliah.
Meski begitu, kata mereka, semua itu tergantung budaya dan karakter dari masing-masing tempat atau negara.

"Kalau di sana (Korsel) budayanya harus cepat-cepat, baik jalan maupun kuliah harus cepat," terang ketiganya.

Perlu diketahui, kunjungan ketiga mahasiswi ini atas hasil kerja sama antara Unima dan Dong-A University Seoul-Korea. Kerja sama ini pun akan terus berlangsung.

Sementara Rektor Unima Prof DR Julyeta P. A. Runtuwene menyatakan, sangat mengapresiasi program kerja sama internasional ini. Dimana ada mahasiswi dari Korsel yang datang dan menimbah ilmu di Unima.

"Saya bangga karena kualitas pendidikan di Unima makin hari makin meningkat, salah satu contoh adalah terbukanya hubungan yang baik dengan Dong-A University Seoul-Korea. Ke depan bukan tidak mungkin ada mahasiswa Unima yang ke sana," katanya.

"Makanya, saya selalu berharap agar semua civitas akademika Unima dapat memanfaatkan hal-hal positif untuk menunjang kemajuan Kampus Unima, seperti kunjungan ketiga mahasiswi asal Korea ini," tandasnya.

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga