Minggu, 20 Agustus 2017

14.017 Siswa SMK Sesulut UN Hari Pertama

id Olly
14.017 Siswa SMK  Sesulut UN Hari Pertama
Gubernur Olly Dondokambey saat membuka soal UN kemarin. (Ist) (1)
UN yang diselenggarakan adalah yang berbasis pensil dan kertas (UNKP) maupun komputer (UNBK) di 15 kabupaten dan kota di Sulu
Manado, (Antarasulut) - Hari pertama pelaksanaan ujian nasional (UN) baik berbasis kertas dan pensil (UNKP) serta komputer (UNBK) diikuti oleh 14.017 siswa SMK se-Sulawesi Utara (Sulut).

"UN yang diselenggarakan adalah yang berbasis pensil dan kertas (UNKP) maupun komputer (UNBK) di 15 kabupaten dan kota di Sulut," kata Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, saat membuka soal di SMK Negeri II Manado, di Manado, Senin.

Dondokambey berharap para siswa yang terdaftar semuanya ikut dan bisa mengikuti ujian sampai hari terakhir pada tanggal 6 April nanti, yang akan ditutup dengan ujian kejuruan.

Dia mengatakan, untuk UN tahun ini masih menggunakan dua sistem yakni berbasis kertas dan pensil (UNKP) serta komputer atau UNBK seperti yang ditargetkan oleh pemerintah dimana hari pertama mata pelajaran yang diujikan adalah bahasa Indonesia.

Kepala SMK Negeri II Manado, Alex Tuilan, mengatakan bagi sekolah yang melaksanakan UNBK, dilakukan dalam sistem pergantian karena sarana dan prasana yang digunakan belum mencukupi.

"Untuk sekolah kami jumlah siswa yang ikut adalah sebanyak 301 orang, semuanya hadir sedangkan komputer yang tersedia sebanyak 120 dan cadangan satu ruangan sebanyak 12 unit komputer, jika bermasalah menggunakan cadangan tersebut," katanya.

Dia mengatakan, dalam pelaksanaan UNBK pihaknya sudah menyurati PLN agar tidak ada pemadaman listrik dan PLN sudah menyanggupi, hal tersebut supaya bisa menyukseskan pelaksanaan UNBK.

Selain itu menurutnya PLN memberikan pinjaman genset, namun BBM disediakan oleh pihak sekolah supaya jika sewaktu-waktu memang padam, ujain tetap berlangsung dengan baik.

Salah satu siswa peserta UNBK di SMK Negeri III Manado, Christy Zoenardjy, mengaku untuk mempersiapkan dirinya menghadapi ujian dia berdoa saja dan belajar, sebab ini kali pertama mereka mengikuti ujian berbasis komputer.

"Memang agak gugup tetapi dihadapi dengan senyuman, sambil berharap bisa tetap mengikuti ujian sampai akhir dengan baik," katanya. ***4***



(T.KR-JHB/B/G004/G004) 03-04-2017 21:49:30

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga