Selasa, 27 Juni 2017

BKSDA Sulut-Gorontalo Awasi Perdagangan Empat Satwa Populasi Terancam

id pemprov sulut
BKSDA Sulut-Gorontalo Awasi Perdagangan Empat Satwa Populasi Terancam
Kepala BKSDA Sulut-Gorontalo Agustinus Rante Lembang (1)
Jadi selain dilakukan patroli dalam kawasan, ada juga kegiatan pengawasan rutin yang dilakukan bersama dengan instansi terkait lainnya, seperti kepolisian di titik-titik tertentu,
Manado, (AntaraSulut) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara dan Gorontalo memperketat pengawasan empat satwa yang populasinya mulai terancam.

"Jadi ada empat satwa yang saat ini menjadi perhatian serius, yaitu Anoa, Babirusa, Yaki, dan Maleo," kata Kepala BKSDA Sulut-Gorontalo Agustinus Rante Lembang di Manado, Senin.

Pengawasan satwa yang berasal dari kawasan itu, kata dia, dilakukan apabila populasinya terus menurun bahkan terancam punah.

Populasi satwa yang semakin meningkat, kata dia, dapat juga menjadi indikator membaiknya tutupan kawasan hutan.

"Jadi selain dilakukan patroli dalam kawasan, ada juga kegiatan pengawasan rutin yang dilakukan bersama dengan instansi terkait lainnya, seperti kepolisian di titik-titik tertentu," katanya.

Mantan Kepala BKSDA Provinsi Riau itu tidak merinci jelas banyaknya populasi empat satwa yang ada di kawasan lindung Sulawesi Utara dan Gorontalo itu.

Hanya saja, dia optimistis pengawasan dan patroli rutin yang dilakukan jajarannya akan berkontribusi positif terhadap peningkatan populasi satwa tersebut.

Salah satu ancaman yang memungkinkan terjadinya penurunan populasi adalah perburuan yang dilakukan masyarakat sekitar kawasan untuk alasan diperdagangkan atau dikonsumsi.

"Karena itu kami berharap masyarakat membantu petugas meminimalisasi perdagangan satwa liar yang dilindungi sehingga populasinya tidak terancam bahkan punah. Empat satwa kunci ini adalah endemik Sulawesi," ujarnya. ***3***



(T.K011/B/M029/M029) 20-03-2017 08:38:45

Editor: Guido Merung

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga