Penarikan minyak tanah bersubsidi akhir Mei

Seorang pedagang pengecer minyak tanah bersubsidi sedang memindahkan minyak tanah untukdijual kepada masyarakat. (FOTO ANTARA) (0)

Rata-rata warga sudah menggunakan kompos gas elpiji tiga kilogram. Kalaupun mereka ingin menggunakan bahan bakar minyak tanah, itu tetap tersedia namun dibeli dengan harga tidak bersubsidi," katanya.
Berita Terkait
Manado, (Antara Sulut) - Kepala Biro Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Adri Menengkey mengatakan subsidi pemerintah atas minyak tanah di daerah ini akan ditarik hingga akhir bulan ini.

"Jadi tidak ada lagi minyak tanah yang bersubsidi yang beredar. Yang ada hanya minyak tanah tidak bersubsidi," kata Manengkey, di Manado, Rabu.

Penarikan minyak tanah bersubsidi secara bertahap ditarik karena pemerintah sudah mengganti dengan gas elpiji tiga kilogram, kata dia.

"Rata-rata warga sudah menggunakan kompos gas elpiji tiga kilogram. Kalaupun mereka ingin menggunakan bahan bakar minyak tanah, itu tetap tersedia namun dibeli dengan harga tidak bersubsidi," katanya.

Khusus minyak tanah tidak bersubsidi, kata dia, masyarakat bisa mendapatnya di pengecer-pengecer dan pangkalan yang sebelumnya menjual minyak tanah bersubsidi bisa beralih fungsi menjadi penyedia gas elpiji tiga kilogram.

"Saya rasa hingga kini tidak terjadi persoalan berkaitan dengan ketersediaan gas elpiji. Warga bisa mengaksesnya dengan mudah tempat-tempat yang menjual tabung gas di setiap kabupaten/kota," ungkapnya.

Karena itu, kata dia, bulan depan, pemerintah provinsi akan menyusun harga eceran tertinggi (HET) untuk gas elpiji di setiap kabupaten/kota.

"HET ini akan menjadi acuan penjualan tabung gas elpiji di setiap daerah di Sulawesi Utara," ungkapnya.

Awalnya, penarikan minyak tanah bersubsidi di Provinsi Sulawesi Utara akan dilaksanakan akhir Desember 2011, namun ditunda karena pemerintah provinsi menyurat ke pertamina.

Bila ditarik pada bulan itu, pemerintah provinsi mengkhawatirkan akan terjadi kepanikan warga karena akan merayakan natal dan tahun baru.***2***

Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Kirim Komentar