Manado, (Antara News) - Festival Seni Budaya Jawa - Tondano (Jaton) V bakal berlangsung di Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, 14 Mei hingga 16 Mei.

Ketua Panitia Seksi Acara Festival Seni Budaya Jawa - Tondano (Jaton) V, Kamsiran Yusuf di Manado, Rabu, mengatakan festival bakal menampilkan perlombaan seni hadrah yang diikuti seluruh warga Jawa - Tondano se-Indonesia.

Menurut Kamsiran, pembukaan Festival Jaton akan dilakukan oleh Bupati Bolmong, Marlina Moha Siahaan, pada Sabtu malam, dilanjutkan dengan ramah tamah, setelah itu baru pelaksanaan lomba.

"Festival ini bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi antar warga keturunan Jawa Tondano. Warga Jaton di Sulut terbanyak tinggal di Tondano dan Bolmong. Yang lainnya tersebar Gorontalo, Sulawesi Selatan, Jawa hingga Aceh," katanya.

Pelaksaan festival di Bolmong, ujar Kamsiran, diselenggarakan untuk yang pertama kali, karena festival sebelumnya diselenggarakan di Tondano, Kabupaten Minahasa.

Kamsiran menargetkan peserta sebanyak 1.000 orang dengan masing-masing grup sebanyak 30 orang.

"Registrasi peserta festival kami tutup Jumat malam. Hingga saat ini belum ada peserta yang mendaftar, namun yang memberitahu lewat sms sudah banyak termasuk dari Gorontalo," ujar Kamsiran Yusuf.

Kamsiran mengatakan pelaksanaan festival mendapat dukungan dana dari Pemkab Bolmong dan sejumlah simpatisan.

Sementara itu menurut salah seorang panitia, Gatot Tri Atmaja, pihaknya juga telah membuat undangan Festival Jaton V di Facebook dan sejauh ini sudah banyak anggota grup yang menyatakan bakal hadir.

Festival Jaton berasal dari Kampung Jawa Tondano. Kampung ini terletak di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Lokasinya berada di sebelah utara danau Tondano dan berjarak sekitar 35 km arah selatan dari Kota Manado, atau berjarak dua kilometer dari Kota Tondano.

Lokasi tersebut merupakan tempat Kyai Modjo, seorang pahlawan Perang Jawa (1825-1830) dan sekitar 60 orang pengikutnya yang diasingkan Belanda sebagai tahanan politik. (*)

Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar